Rakor Genting Kabupaten Klaten 2026.(MI/Djoko Sardjono)
PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menggelar Rapat Koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) 2026 di pendapa kabupaten, Kamis (4/6).
Kegiatan rapat koordinasi (rakor) tersebut, bermaksud menguatkan komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Klaten.
Rakor Genting 2026 dihadiri Bupati Klaten, nan diwakili Staf Ahli Bupati Joko Istianto, perwakilan BKKBN, Forkopimda, TP PKK, Dharma Wanita, Camat, dan Forum CSR Klaten.
Kepala DissosP3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, melaporkan tujuan diadakan rakor untuk peningkatan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai program Genting.
Kegiatan rakor juga untuk mendorong partisipasi aktif pemerintah, bumi usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, forum CSR (corporate social responsibility), dan orang tua asuh.
“Selain itu, untuk menguatkan komitmen dan sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting, nan prevalensinya saat ini tetap 13,39%,” katanya.
Menurut Kepala DissosP3APPKB Klaten, sasaran program Genting Kabupaten Klaten meliputi family berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita umur 0-23 bulan.
Sementara itu, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo diwakili Staf Ahli Bupati, Joko Istianto, mengatakan stunting adalah ancaman nyata terhadap masa depan anak bangsa.
Ketika pertumbuhan otak anak tersendat akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 HPK, kita sedang mempertaruhkan potensi kemajuan Kabupaten Klaten di masa depan.
“Karena itu, tahun ini kudu menjadi momentum pembuktian, bahwa dengan komitmen gotong royong kita bisa menurunkan nomor stunting secara signifikan,” ujar Bupati Klaten. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·