
Hendra Setiawan berbareng Mohammad Ahsan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
KISAH sedih legenda bulu tangkis Indonesia, Hendra Setiawan nan rupanya mempunyai dua angan nan kandas tercapai ketika sudah pension menarik untuk dibahas. Ya, mantan rekan Mohammad Ahsan itu rupanya tetap mempunyai rasa penasaran bakal dua perihal nan kandas dia raih semasa tetap aktif sebagai pebulutangkis profesional.
1. Melampaui Batas Ekspektasi di Usia Senja
Berkarier selama 35 tahun hingga menyentuh usia 40 tahun bukanlah perkara mudah bagi seorang atlet profesional. Dalam pengakuan di kanal YouTube pribadinya, Hendra mengungkapkan rasa syukur nan mendalam lantaran bisa memperkuat di level tertinggi jauh melampaui apa nan pernah dia bayangkan sebelumnya sebelum akhirnya pension di Indonesia Masters 2025.
"Ya nan pasti saya mau mengucapkan terima kasih terutama pada Tuhan lantaran saya berterima kasih saya bisa dikasih kesempatan main sampai hari ini, sampai umur segini, ya itu bener-bener di luar angan saya lah," kata Hendra, dikutip dari kanal Youtube pribadinya, Rabu (6/5/2026).
Deretan prestasinya memang sangat mentereng, mencakup lencana emas Olimpiade Beijing 2008, trofi Piala Thomas 2020, hingga koleksi 30 gelar turnamen BWF nan termasuk di dalamnya dua titel bergengsi All England.
Hendra Setiawan jadi pembimbing di All England 2025 (Foto: PBSI)
2. Dua Dahaga nan Tak Terpuncaki
Di kembali lemari trofi nan penuh sesak, Hendra secara jujur mengakui tetap ada celah nan kandas dia tutup hingga masa pensiunnya tiba. Impian besar pertama nan terus meleset adalah membawa pulang Piala Sudirman ke Tanah Air.
Meski telah berjuang dalam lima jenis berbeda, pencapaian terbaiknya hanyalah satu lencana perak pada Piala Sudirman 2007. Hendra mengakui bahwa trofi beregu campuran tersebut tetap menjadi misteri nan belum bisa dia pecahkan.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·