
Pembalap Tim Pramac Racing Yamaha, Toprak Razgatlioglu. (Foto: Instagram/toprak_tr54)
BALAPAN MotoGP 2026 akhir pekan ini, 28 Februari-2 Maret 2026 di Thailand bakal menjadi saksi sejarah bagi Toprak Razgatlioglu. Sebab juara bumi World Superbike (WSBK) tiga kali tersebut resmi memulai petualangan barunya di kelas utama berbareng Pramac Yamaha.
Namun, debut nan paling dinanti di tahun 2026 ini datang dengan tantangan unik nan jarang dihadapi pembalap lain, ialah Toprak kudu menjalani pekan balap di tengah bulan suci Ramadhan.
Sebagai satu-satunya pembalap Muslim di grid saat ini, Toprak kudu menavigasi tuntutan bentuk nan ekstrem di atas motor prototipe sembari tetap menghormati tanggungjawab religiusnya.
1. Adaptasi Fisik di Tengah Ibadah Puasa
Menjalankan ibadah puasa adalah pilar krusial bagi umat Islam untuk menunjukkan pengabdian. Namun bagi seorang atlet papan atas, tantangan ini menjadi berlipat ganda, terutama saat kudu menjinakkan tenaga motor MotoGP dan ban Michelin di bawah cuaca panas Thailand nan menyengat.
Toprak mengungkapkan dia sempat menjalankan puasa di hari-hari awal, namun demi menjaga performa dan keselamatan di lintasan, dia melakukan penyesuaian.
Toprak Razgatlioglu unjuk gigi di tes shakedown MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang motogp
“Hari pertama saya menjalankan puasa Ramadhan, tetapi setelah mengendarai motor, saya butuh energi. Setelah tes, saya kembali menjalankan puasa Ramadhan selama dua hari,” ujar Toprak, dilansir dari laman resmi MotoGP, Sabtu (28/2/2026).
“Sekarang, saya mulai makan dan minum lantaran besok kita bakal mulai lagi. Ketika saya kembali ke Turki setelah balapan, saya bakal kembali menjalankan puasa Ramadhan,” tambahnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·