
Pevoli asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova. (Foto: Instagram/altynbekova_20)
ATLET voli asal Kazakhstan, Sabina Altynbekova, nan sempat mengguncang jagat maya lantaran paras menawannya pernah membagikan kisah masa lalunya nan penuh dengan keterbatasan dan kerja keras lewat akun IG pribadinya. Tak disangka ada cerita sedih dalam perjalanan Sabina hingga sekarang menjelma menjadi salah satu bintang voli dunia.
Pada saat remaja seusianya menghabiskan waktu untuk berpesta dan bersosialisasi, pevoli berumur 29 tahun ini justru memilih menepi dari hiruk-pikuk bumi luar. Sabina mengaku bahwa konsentrasi utamanya kala itu sangat sederhana, ialah bisa menyantap makanan nan lezat dan beristirahat dengan tenang di dalam bilik asramanya sudah menjadi kebahagiaan nan luar biasa.
1. Mandiri Sejak Dini
Popularitas nan melekat pada diri Sabina saat ini rupanya ditempa lewat kemandirian nan sangat ekstrem. Selama tinggal di pondok atlet, dia kudu mencuci seluruh pakaiannya secara manual dengan tangan lantaran tidak tersedianya akomodasi mesin cuci.
Ketika para kolega sekamarnya memilih pulang ke rumah kerabat demi mencari kenyamanan, Sabina justru memilih memperkuat di pondok tanpa sedikit pun mengeluh.
“Sementara teman-teman sebayaku berjalan-jalan dan bersenang-senang, saya bekerja keras. Apakah saya juga mau bersenang-senang? Tidak. Cukup bagi saya untuk makan makanan lezat dan menonton movie di asrama,” tulis Sabina di IG pribadinya, seperti dikutip dari media Kazakhstan, Sport.orda, Minggu (24/5/2026).
Sabina Altynbekova. ig/altynbekova_20
Keterbatasan ekonomi juga membuatnya kudu memutar otak untuk mencari hiburan. Sabina mengenang gimana dirinya sering meminjam laptop milik rekannya hanya untuk menonton movie nan sama secara berkali-kali lantaran belum adanya akses internet untuk streaming.
Selain menonton film, Sabina juga kerap menghabiskan waktu senggangnya dengan membaca buku-buku bertema psikologi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·