
Mantan ratu bulu tangkis dobel campuran dunia, Huang Yaqiong. (Foto: Instagram/hyq28)
KISAH pebulu tangkis Huang Yaqiong, sang mantan ratu bulu tangkis dobel campuran bumi mempunyai banyak cerita nan menarik untuk dibahas. Salah satunya mengenai awal mula Huang nan sempat kesulitan di masa-masa pondok hingga menduduki puncak podium dunia.
Ya, di kembali paras cantiknya dan deretan lencana emas nan berkilau, atlet kelahiran 28 Februari 1994 ini pernah melewati masa mini nan penuh air mata akibat rasa kangen rumah nan mendalam.
1. Pergulatan Batin di Masa Kecil
Langkah awal Huang Yaqiong menuju bumi ahli tidaklah mulus. Saat tetap belia dan berasosiasi dengan pondok tim provinsi Zhejiang, dia kudu berhadapan dengan musuh terbesar dalam dirinya: kesepian.
Berjauhan dengan orangtua membikin Yaqiong mini merasa tertekan dan tidak bahagia. Setiap momen menelepon family menjadi waktu nan paling dia nantikan sekaligus nan paling emosional.
Dalam isak tangisnya, Huang sempat mengutarakan niat untuk menyerah dan berakhir berlatih. Rasa capek ditambah rentetan kekalahan di turnamen junior nyaris saja membikin bumi kehilangan salah satu talenta terbaiknya.
Huang Yaqiong
"Untungnya, support family disertai tekad nan kuat tak membuatnya menyerah. Yaqiong berlatih dan berjuang dengan gigih hingga sukses melalui masa-masa susah tersebut,” jelas Huang.
2. Akhir nan Manis
Kegigihan Yaqiong akhirnya membuahkan hasil saat dia dipasangkan dengan Zheng Siwei. Pasangan ini beralih bentuk menjadi "monster" nan ditakuti di sektor dobel campuran.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin Sport lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·