
Pebasket Dallas Mavericks, Kyrie Irving. (Foto: Instagram/kyrieirving)
KISAH pebasket Kyrie Irving nan menemukan kedamaian Islam di tengah hiruk-pikuk industri NBA menarik untuk dibahas. Ya, bintang Dallas Mavericks ini telah mengejutkan banyak pihak setelah memutuskan menjadi mualaf pada usia 29 tahun, tepatnya pada 2021 silam.
Irving memang dikenal sebagai sosok nan menolak konformitas. Namun, perjalanan spiritualnya mencapai titik kembali nan paling signifikan ketika dia memutuskan untuk memeluk kepercayaan Islam dan berasosiasi dengan organisasi Muslim global.
1. Pilih Mualaf
Spekulasi mengenai mualafnya Irving mulai merebak pada April 2021, ketika para fans menyadari perubahan perilaku sang pemain di lapangan. Melalui media sosial, beredar foto-foto Irving nan melakukan sujud sebelum pertandingan dimulai, sebuah gestur nan identik dengan tata langkah ibadah umat Islam.
Selain itu, unggahan di akun pribadinya mulai sering memberikan apresiasi kepada Allah atas segala urusan politik maupun pribadinya. Kebenaran tersebut akhirnya terungkap dalam sebuah konvensi pers usai kemenangan Brooklyn Nets atas Boston Celtics.
Dengan mengenakan topi bertuliskan "Black Fathers Matter", Irving secara terbuka mengakui identitas barunya.
Kyrie Irving. (Foto: Instagram/dallasmavs)
"Segala puji bagi Tuhan, Allah, atas semua ini... Menjadi bagian dari organisasi Muslim, berkomitmen pada Islam, juga berfaedah berkomitmen pada semua ras dan budaya," ujar Irving, melansir dari Andscape, Rabu (25/2/2026).
Pengakuan ini disambut hangat oleh organisasi Muslim di Amerika Serikat nan kemudian menjulukinya sebagai "Ramadan Irving", sosok pahlawan baru di bumi olahraga nan tak takut menyuarakan kebenaran.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·