Bogor -
Berhenti bekerja di lembaga finansial mikro demi menjaga warung, mungkin terdengar seperti langkah mundur bagi sebagian orang. Namun bagi Siti Soleha, keputusan ini justru membuka pintu rezeki nan tak terduga.
Pasalnya, dia bisa menyulap upaya warung mini milik orang tuanya jadi pemasok bank. Bahkan, sekarang dia sudah mempunyai tiga bagian nan tersebar dekat Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Awalnya saya di rumah jaga warung punya bapak. Kebetulan lenyap resign di MBK kan (PT Mitra Bisnis Keluarga), terus lanjutin upaya warung ini," ujar Lili, sapaan akrabnya, ditemui di Desa Benteng, Ciampea, Bogor, Rabu (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela-sela rutinitasnya itu, Lili memandang adanya kesempatan upaya nan menjanjikan dari banyaknya transaksi pedagang pasar. Ia kemudian ditawari oleh sang kakak agar sekalian membuka Agen BRILink.
"Kebetulan kakak saya kerja di PNM (Permodalan Nasional Madani). Dulu tiap sore dia suka setoran lewat Agen BRILink, dari situ saya lihat ada potensi," katanya.
Lili mengaku dibantu sang kaka dalam mengurus pendaftaran jadi Agen BRILink. Hal ini lantaran sejak tahun 2022, jasa PNM tempatnya kakaknya bekerja jadi satu genting dengan instansi Unit BRI Ciampea, melalui Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM).
"(Waktu itu) biar mudah, jadi semuanya dia nan urus. Sekarang sudah melangkah 4 tahun," ungkapnya.
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Permudah Akses Keuangan Pedagang
Selama 4 tahun itu, Lili sudah membuka dua bagian baru Agen BRILink di Rancabungur dan Benteng dengan nama Syafiq BRILink nan diambil dari nama ponakannya. Khusus untuk bagian di Benteng, Lili memberanikan diri menyewa ruko dekat Pasar Baru Ciampea dengan biaya Rp 15 juta per tahun.
"Kebetulan di Agen BRILink ini dekat pasar, jadi alhamdulillah rame. Dulu awalnya hanya di rumah aja di Pabuaran, tapi lantaran penghasilannya lebih besar di BRILink, jadi agennya saya perbesar dengan buka bagian di tempat lain," jelasnya.
Nasabah Lili rata-rata didominasi oleh para pengusaha sekitar pasar. Mulai dari pedagang beras, pengepul rongsokan, hingga pengepul emas kerap melakukan transaksi dalam jumlah besar.
"Transaksinya di sini besar-besar, bisa sampai Rp 100 juta per hari," katanya.
Lili menilai kecepatan dan kemudahan akses menjadi argumen utama mereka memilih pemasok daripada kudu mengantre di instansi bank unit.
"Karena di pasar penduduknya banyak dan semua orang kadang nggak sempat ke bank, jam bank juga juga terbatas kan. Jadi ke pemasok lebih cepat, nggak perlu tunggu lama," tambah Lili.
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Omzet Tembus Rp 1 Juta/Hari
Keuntungan nan didapat Lili dari Agen BRILink sangat menggiurkan. Dalam kondisi sunyi saja, dia bisa mengantongi untung bersih dari biaya admin alias fee sekitar Rp 500 ribu per hari. Jika sedang ramai, hasil nan didapat bisa melonjak hingga Rp 1 juta per hari.
"Alhamdulillah sih. Cuma emang beda-beda (di tiap cabangnya), itu tergantung jika transfernya gede-gede, berfaedah kelak nan kita dapet kan lebih besar. Tapi jika lagi sepi, ya sedikit lagi," ungkapnya.
"Cuma emang, jika di Benteng ini lantaran banyak langganan di sini. Alhamdulillah sih stabil, tiap hari ada aja. Rp 500 ribu dapet," imbuhnya.
Berkat kegigihannya selama empat tahun terakhir ini, Lili bisa membantu ekonomi keluarganya. Ia juga sudah bisa membeli sebuah mobil untuk mendukung operasional Agen BRILink.
"Kemarin ada beli mobil, tapi second. Karena kebutuhan, dulu kan sering ambil duit setoran pakai motor malam-malam, rasanya takut. Sekarang jadi lebih tenang," ungkapnya.
Menjangkau Layanan Keuangan Masyarakat
Kiprah Lili berbareng Agen BRILink ini membikin jasa finansial semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Tak heran, Agen BRILink jadi jagoan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas hingga ke pelosok desa.
"Jaringan ini menghadirkan jasa nan mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan Agen BRILink sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkap Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.
Sebagai informasi, berasas info dari BRI, pada akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink mencapai lebih dari 1,18 juta pemasok nan tersebar di 66.450 desa alias lebih dari 80% total desa di Indonesia. Jangkauan tersebut memperkuat peran Agen BRILink sebagai jasa finansial berbasis kemitraan tingkat desa.
(akd/ega)
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·