
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
KISAH hidup sederhana Marc Marquez, nan tak senang berfoya-foya meski bergelimang kekayaan dan prestasu menarik untuk dibahas. Ya, di kembali tindakan nekatnya di lintasan balap MotoGP, Marc Marquez adalah sosok nan memegang teguh nilai-nilai tradisional dalam mengelola kehidupan dan kekayaannya.
Saat Marquez memutuskan hengkang dari perjanjian mahal di Honda menuju Gresini Ducati pada 2024 tanpa menerima gaji, banyak nan terheran-heran. Namun, bagi Marquez, kebahagiaan sejati dan kepuasan jiwa dari membalap jauh lebih berbobot daripada nomor di rekening bank.
1. Didikan Mental
Filosofi hidup Marquez tidak tumbuh secara instan. Sejak mengawali pekerjaan di bumi balap, dia telah dididik secara mental untuk selalu mengejar kualitas mesin dibandingkan nilai kontrak.
Bagi rider berjuluk The Baby Alien tersebut, duit hanyalah bingkisan dari prestasi nan diraih melalui kendaraan terbaik.
"Itulah langkah saya dididik; saya sangat beruntung. Mereka melatih saya secara mental, dan sekarang saya mengerti," ungkap Marquez, melansir dari Crash, Sabtu (11/4/2026).
Marc Marquez
Kekuatan mental ini pula nan membuatnya tetap tenang saat menghadapi realitas finansial nan keras. Misalnya, saat dia menerima bingkisan satu juta euro pertamanya setelah menjuarai musim debut 2013, dia tidak lantas berpesta pora.
Setelah dipotong pajak Spanyol sebesar 50 persen dan komisi manajer, sisanya justru dia gunakan untuk membeli motor latihan. Ia lebih memilih menginvestasikan uangnya kembali ke kegemaran nan menjadi profesinya daripada sekadar style hidup.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·