Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Sabtu, 11 April 2026 |03:09 WIB

Kisah Heroik 2 Pasukan Elite TNI saat Perang Hutan di Gunung Pontong
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempunyai sejumlah pasukan elite. Pasukan elite itu tersebar di 3 matra, ialah Angkatan Laut, Angkatan Darat, dan Angkatan Udara.
Pasukan elite TNI juga diterjunkan dalam beragam operasi tempur. Salah satunya saat memberantas Perjuangan Rakyat Semesta alias Permesta, ialah aktivitas militer di Indonesia nan menuntut otonomi wilayah dan menolak pemerintahan Indonesia nan sentralistik di Pulau Jawa.
Didirikan di Makassar pada 2 Maret 1957, aktivitas pemberontakan Permesta meluas ke wilayah lain di Sulawesi dan berjalan hingga 1960. Markas Permesta awalnya di Makassar, kemudian pindah ke Manado.
Saat itu, Pemerintah pusat di Jakarta melancarkan operasi militer untuk menumpas Permesta dengan mengirim Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) nan sekarang dikenal dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Korps Komando Operasi (KKA) nan sekarang namanya jadi Korps Marinir.
Pasukan elite tersebut sukses menguasai Manado dan wilayah-wilayah nan dikuasai Permesta. Termasuk Gunung Potong di Manado nan merupakan pedoman pertahanan Permesta.
Gunung Potong terletak diantara Bukit Conggaan dan Patahan. Susunan pertahanannya berlapis-lapis di antara bukit berbatu, di setiap lubangnya terdapat senjata berat, dan medannya sangat menguntungkan musuh. Pasukan Permesta di Gunung Potong dipimpin oleh Mayor Permesta Yan Timbuleng.
Komando Operasi Merdeka mengirim satu tim RPKAD dibawah ketua Letnan A. Kodim dan KKO nan dipersenjatai artileri dan kavaleri, pada 29 Agustus 1958.
Namun, rencana penyerangan kandas dikarenakan medan nan berat dan jurang-jurang nan dalam, padahal sasaran tinggal 100 m lagi. Dengan kegagalan itu, RPKAD menyusun ulang rencana dalam 4 hari untuk melakukan raid penghancuran ke Gunung Potong.
Satu Peleton pasukan RPKAD dibawah ketua Sersan Mayor Soetarno nan dibantu satu kompi KKO dan seorang penunjuk jalan menjalankan operasi tersebut pada 2 September 1958.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·