Kisah Fenomenal Tony Gunawan, Satu-satunya Legenda Bulu Tangkis yang Jadi Juara Dunia di Dua Negara Berbeda

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kisah Fenomenal Tony Gunawan, Satu-satunya Legenda Bulu Tangkis nan Jadi Juara Dunia di Dua Negara Berbeda

Tony Gunawan (tengah) berbareng Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. (Foto: Instagram/t_gun75)

KISAH fenomenal Tony Gunawan, satu-satunya legenda bulu tangkis nan jadi juara bumi di dua negara berbeda menarik untuk dibahas. Ya, pebulu tangkis kelahiran Indonesia ini sukses menorehkan tinta emas nan berada di luar logika sejarah tepok bulu sebagai satu-satunya pebulu tangkis nan bisa merengkuh gelar juara bumi di bawah bendera dua negara nan berbeda.

Prestasi luar biasa tersebut diukir Tony saat dirinya sukses naik ke podium tertinggi Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis berbareng Indonesia dan kemudian mengulanginya lagi berbareng Amerika Serikat. Keberhasilan unik ini menjadi bukti nyata sungguh jenius dan adaptifnya kualitas permainan nan dimiliki sang maestro di atas lapangan.

1. Awal Mula Kejayaan

Gerbang rekor berhistoris Tony Gunawan dibuka pada pergelaran Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2001 nan berjalan di Sevilla, Spanyol. Kala itu, Tony nan berkompetisi di sektor dobel putra berpasangan dengan Halim Haryanto tampil begitu dominan sejak awal turnamen demi mengharumkan nama Indonesia.

Di partai puncak, duet jagoan Merah Putih ini ditantang oleh dobel putra handal asal Korea Selatan, Ha Tae-kwon/Kim Dong-moon. Tanpa ampun, Tony/Halim menyudahi perlawanan sengit tersebut lewat kemenangan telak dua gim langsung dengan skor nan sangat mencolok di era poin klasik, ialah 15-0 dan 15-3.

 Instagram/hendrasansan) Hendra Setiawan berbareng Tony Gunawan. (Foto: Instagram/hendrasansan)

2. Hijrah ke Amerika Serikat

Empat tahun berselang, roda kehidupan membawa Tony Gunawan mengambil keputusan besar untuk beranjak kebangsaan dari Indonesia ke Amerika Serikat. Kendati sempat dinilai telah melewati masa keemasannya, magis Tony rupanya belum pudar pada arena Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2005.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com