Fasyankes di NTT Ditargetkan Bisa Segera Beroperasi Pascagempa

Sedang Trending 51 menit yang lalu
Fasyankes di NTT Ditargetkan Bisa Segera Beroperasi Pascagempa Rumah Sakit Siloam di Kabupaten Manggarai Barat, telah memindahkan seluruh pasien rawat inap mereka ke area terbuka dan lapangan parkir rumah sakit sesaaat usai gempa.(MI/MARIANUS MARSELUS)

KEMENTERIAN Kesehatan menargetkan dalam waktu 1-2 pekan puskesmas dan rumah sakit nan rusak akibat gempa berkekuatan M7.7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa beraksi kembali. 

"Diharapkan dalam 2 minggu seluruh puskesmas nan rusak sudah beraksi minimal kembali, konsentrasi ke jasa ibu hamil, melahirkan dan imunisasi," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin, Minggu (16/8).

Sementara pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sasaran paling lama 1 pekan kudu bisa melakukan operasional dasar. Fokus ke jasa operasi trauma, ibu dan anak, serta hemodialisa. Khusus RSUD Nagekeo nan rusak berat, besok bakal dikirim set RS Mobil termasuk akomodasi ruang operasi.

Untuk rumah sakit rujukan dari Kabupaten Nagekeo disediakan RSUD Borong nan paling dekat ialah 2 jam perjalanan dan RSUD Komodo baru ialah 4 jam perjalanan.

Berdasarkan info dari Kementerian Kesehatan korban meninggal saat in berjumlah 46 orang, luka berat 36 orang, dan luka ringan 77 orang. 

Sementara akomodasi jasa kesehatan nan rusak antara lain rumah sakit (RS) dengan kondisi rusak ringan berjumlah 6 RS dan rusak berat 3 RS. Untuk puskesmas 11 rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat. 

"Identifikasi perincian masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obtan bakal diselesaikan team HEOC besok. Agar bisa dipakai sebagai referensi team relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa," ujar dia.

Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

Di Kabupaten Nagekeo, gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Sebagian besar masyarakat merasakan guncangan dan berceceran keluar rumah. BPBD Kabupaten Nagekeo berkoordinasi dengan lembaga mengenai menyusul adanya peringatan awal tsunami serta melakukan pemindahan terhadap masyarakat nan berada di wilayah pesisir. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia