Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Selasa, 07 April 2026 |03:25 WIB

Kisah Bung Karno Gotong Jenazah Ibu Amsi hingga Susuri Hutan dan Bukit
JAKARTA - Ibu dari Inggit Garnasih, Amsi meninggal lantaran terserang malaria. Lima hari ibu mertua Soekarno ini tergolek di tempat tidurnya, di rumah pengasingan Bung Karno di Ambugaga, Ende, Flores.
Hanya sekali ibu Amsi sadarkan diri, setelah itu tergolek tak sadar, hingga ajal menjemput. Ibu Amsi wafat di pangkuan Bung Karno, menantu kesayangan.
Dalam kitab Total Bung Karno karya Roso Daras diceritakan, ketika itu, cucu ibu Amsi, anak angkat Bung Karno – Inggit, Ratna Djuami juga terserang malaria. Bedanya, Omi, begitu dia dipanggil, pulih, sedangkan Tuhan menghendaki ibu Amsi wafat di tanah interniran, di tanah buangan, nun jauh dari Bandung.
Pemerintahan kolonial, karesidenan Ende, sama sekali tidak mau mengulurkan tangan untuk memberinya support perawatan. Bahkan, setelah meninggal bumi pun, jenazahnya dilarang dikubur di dalam kota.
Bung Karno dan kawan-kawannya, kudu menggotong jenazah ibu Amsi jauh naik bukit, masuk ke tengah hutan. Ke tempat nan ditunjuk dan dibolehkan Belanda untuk memakamkan ibu Amsi.
Bung Karno pula nan turun ke dasar lahat, menerima jazad ibu mertua, meletakkannya di tanah menghadapkannya ke arah kiblat, menutup dan mengurug.
Namun bukan hanya itu. Tangan Bung Karno sendiri nan memahatkan tulisan Iboe Amsi di tembok nisan sebelah utara. Bersama teman-temannya, Bung Karno naik ke pegunungan, mengambil bongkahan batu karst nan keras, dan memahatnya menjadi seukuran batako, kemudian meletakkannya di sekeliling-pinggir-atas permukaan nisan, jumlahnya 21.
Ibu Amsi, seperti halnya Inggit, dan jutaan rakyat Indonesia, termasuk pengagum berat Bung Karno. Syahdan, ketika Inggit berkompromi berbareng saudara-saudaranya di Bandung, tentang ikut-tidaknya Inggit ke pembuangan, ibu Amsi muncul mendadak dan menyatakan sikapnya, “Saya juga ikut (ke pembuangan)”.
Inggit dalam kitab “Kuantar ke Gerbang” menuturkan, di antara kerabatnya, terdapat silang pendapat. Antara nan setuju Inggit mendampingi Bung Karno ke pembuangan, dengan pendapat nan menyatakan sebaiknya Inggit tidak ikut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·