Kirab Budaya Cirebon Jembatani Sejarah dan Masa Depan

Sedang Trending 55 menit yang lalu

, CIREBON, – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napak Tilas Pajajaran di Kota Cirebon bermaksud untuk menghubungkan sejarah masa lampau dengan pembangunan masa depan. Kegiatan ini diselenggarakan di Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Cirebon pada Minggu malam.

Dedi menyampaikan bahwa konsentrasi dari aktivitas ini bukan sekadar untuk mengingat cerita masa lalu, melainkan membangun jembatan antara masa lampau dan masa depan. Menurutnya, masyarakat kudu memahami sejarah dan filosofi budaya leluhur untuk dapat berbincang tentang masa depan.

Sejarah, katanya, adalah bagian krusial dalam membangun karakter bangsa dan menghadapi tantangan zaman. “Maka aktivitas ini bukan aktivitas seremonial, bukan aktivitas historikal tetapi aktivitas masa depan,” ujarnya.

Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, kaya bakal budaya nan dapat dilihat dari keberadaan keraton, tradisi masyarakat, dan peninggalan sejarah dari Pajajaran. Mahkota Binokasih dan sejumlah situs sejarah menjadi bukti bahwa Pajajaran adalah bagian dari kebenaran sejarah nan tetap hidup hingga kini. “Pajajaran itu memang ada dan tidak bakal pernah pudar dimakan oleh zaman,” katanya.

Cirebon: Miniatur Pluralisme Indonesia

Dedi juga menyoroti bahwa Cirebon adalah wilayah nan mengharmoniskan nilai agama, budaya, dan sejarah. Kehidupan masyarakat di Cirebon mencerminkan keterbukaan budaya nan diwariskan oleh para wali dan keraton sejak dahulu. Berbagai warisan budaya dan tradisi keagamaan seperti Masjid Agung Sang Cipta Rasa dan tradisi Adzan Pitu tetap memperkuat hingga sekarang.

“Cirebon sesungguhnya adalah mini pluralisme Indonesia. Kalau dalam bahasanya para pakar, Cirebon mengajarkan tentang Islam inklusif,” ungkapnya.

Ke depan, Dedi telah menyiapkan rencana penataan area budaya di sekitar keraton Cirebon agar lebih bersih dan tertata dengan baik, sehingga mempunyai daya tarik wisata sejarah nan lebih kuat. “Kalau keraton ini tertata rapi, jalan-jalannya bersih, trotoarnya terbentang indah, sungai-sungainya jernih, kemudian antara sungai dengan keraton tersambung lagi dengan laut maka peradaban bakal terbangun,” tuturnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional