Ketum Partai Buruh dan Presiden KSPI Said Iqbal Resmi Masuk Lingkar Istana

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Ketum Partai Buruh dan Presiden KSPI Said Iqbal Resmi Masuk Lingkar Istana KETUA Umum Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (kiri).(Dok. Antara)

KETUA Umum Partai Buruh dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal resmi berasosiasi dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia ditunjuk sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, sebuah posisi nan menurutnya mempunyai kedudukan setingkat menteri.

Said mengaku menerima undangan pelantikan secara mendadak pada malam sebelumnya. Meski selama ini dikenal sebagai tokoh aktivitas pekerja nan kerap berada di luar lingkar kekuasaan, dia menegaskan keputusan berasosiasi diambil setelah melalui obrolan panjang berbareng kalangan serikat pekerja.

"Bagi kami setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam," kata Said kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin (8/6).

Menurutnya, keputusan tersebut didorong oleh kepercayaan bahwa perjuangan pekerja tidak hanya dapat dilakukan melalui tindakan dan tekanan dari luar pemerintahan, tetapi juga lewat jalur kebijakan dari dalam. 

Ia memandang adanya kesamaan arah dengan Prabowo nan dinilainya mempunyai keberpihakan terhadap golongan masyarakat kecil, termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru.

Dalam posisi barunya, Said mengaku bakal konsentrasi memberikan masukan kepada Presiden, baik ketika diminta maupun tidak. Selain itu, dia juga bakal menyusun beragam kajian kebijakan nan berangkaian dengan rumor ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.

Ia menilai selama ini bunyi kalangan pengusaha relatif lebih banyak terdengar dalam proses pengambilan kebijakan ekonomi nasional. Berbagai tokoh pemerintah nan mempunyai latar belakang bumi upaya disebut kerap menyampaikan pandangan mengenai kepentingan investasi dan modal.

Karena itu, Said merasa perlu menghadirkan perspektif pekerja sebagai penyeimbang dalam proses penyusunan kebijakan negara.

"Nah saya memberanikan diri berikhtiar, berijtihad, bahwa saya juga kudu memberikan keseimbangan terhadap apa-apa nan mau diperjuangkan oleh kaum buruh," ujarnya.

Meski sekarang berada di dalam pemerintahan, Said menegaskan langkah tersebut tidak bakal mengurangi sikap kritis aktivitas pekerja terhadap beragam persoalan ketenagakerjaan. Menurutnya, keberadaan dirinya di lingkungan Istana justru menjadi saluran baru untuk menyampaikan aspirasi pekerja secara langsung kepada Presiden.

"Secara demokratis tidak bakal mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan," katanya.

Said juga mengungkapkan satu agenda utama nan menjadi titipan kalangan pekerja kepada dirinya setelah menerima kedudukan tersebut. Agenda itu adalah mendorong pembahasan dan penyelesaian Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Saat ditanya mengenai prioritas nan bakal diperjuangkan, Said menjawab singkat namun tegas.

"RUU Ketenagakerjaan. RUU Ketenagakerjaan," ujarnya. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia