, MAKASSAR, – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono memberikan sasaran ambisius kepada pengurus baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulawesi Selatan. Ia meminta agar partainya bisa meraih perolehan bunyi terbanyak pada Pemilu Legislatif mendatang.
Target tersebut disampaikan Mardiono usai melantik pengurus DPW PPP Sulsel periode 2026-2031 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu. Ia optimistis komposisi pengurus baru dapat mendongkrak bunyi partai dan mengembalikan kejayaan PPP nan telah eksis sejak tahun 1973.
"Kita menargetkan untuk perolehan bunyi terbanyak di Sulawesi Selatan, meski pun sudah meningkat baik di 2024, tetapi kita tetap ada target," ujar Mardiono kepada wartawan.
Target Pimpin DPRD Sulsel
Mardiono tidak hanya menargetkan penambahan suara, tetapi juga berambisi PPP dapat meraih bangku Ketua DPRD Sulsel. Ia menekankan bahwa perjuangan di tingkat legislatif kudu melangkah seiring dengan perjuangan di tingkat eksekutif.
"Mungkin giliran PPP untuk memimpin DPRD Sulsel, ini lagi diperjuangkan, begitu juga pula berjuang di tingkat eksekutif. Dua-duanya kudu sejalan, jadi kudu berbanding lurus, itulah sasaran kita," ucapnya menekankan.
Optimisme di Tingkat Nasional
Mengenai kegagalan PPP lolos parliamentary threshold (PT) 4 persen pada Pemilu 2024 sehingga kehilangan bangku di DPR RI, Mardiono tetap optimistis. Ia bercita-cita mengembalikan kejayaan partai lantaran menilai bunyi PPP di akar rumput tetap sangat kuat dan stabil.
"Cita-cita kita memang tinggi, partai persatuan pembangunan di akar rumput tetap utuh, ialah bunyi kita tetap besar di tingkat daerah. Hanya memang ada kekurangan di tingkat pusat, tetapi di wilayah kita tetap utuh," jelasnya.
Mardiono berambisi bunyi dari wilayah dapat disinkronisasi untuk kembali meraih perolehan bangku seperti pada Pemilu 2014, di mana PPP sukses mendapatkan 39 kursi di Senayan.
Tanggapi Sengketa Internal
Terkait adanya gugatan hasil muktamar di Pengadilan Negeri Jakarta, Mardiono menanggapinya dengan santai. Ia mengibaratkan sengketa internal tersebut sebagai perihal nan lumrah dalam sebuah family besar dan memastikan perihal itu tidak bakal berakibat pada persiapan Pemilu mendatang.
"Yang gugat itu bukan orang lain. Itu namanya sengketa internal, ibaratnya dalam family kita, Bapak dan Ibu jika anaknya lima, jika bentrok tiap minggu itu biasa. Kita jalan terus, semua konsolidasi nasional jalan semua," ucapnya merespons.
Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulsel Ilham Ari Fauzi mengharapkan support seluruh komponen partai untuk mencapai sasaran nan dicanangkan. Ia mengakui ada beban berat, namun tetap optimistis lantaran PPP tetap sangat eksis di akar rumput.
"Memang beban kami ada beratnya dan ada tidaknya. Tapi, PPP tetap sangat eksis di akar rumput, masyarakat mengenal dekat partai ini. Walaupun tidak mendapat bangku di DPR RI, tapi kami tahu ada hikmah dibalik semuanya," tuturnya.
Ilham apalagi menganalogikan kehilangan potensi 12 bangku di DPR RI pada Pemilu 2024 seperti kisah Nabi Ayyub nan kehilangan anak-anaknya. Ia meyakini Tuhan bakal melipatgandakan perolehan bangku PPP pada Pemilu Legislatif mendatang.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·