Ketum Kadin Soroti Impor Ilegal Tekstil

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |10:09 WIB

Ketum Kadin Soroti Impor Ilegal Tekstil

Ketum Kadin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyadari soal tarif ekspor 0 persen ke Amerika Serikat untuk komoditas tekstil dan produksi tekstil menghadapi tantangan dumping dan impor terlarangan produk China. 

"Impor terlarangan Cina ini betul-betul mesti penanggulangannya khusus. Atau dari negara manapun juga mesti khusus. Karena ini sudah bukan dumping lagi, dumping ilegal," tuturnya saat ditemui di kediamannya di Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Meski begitu, Anin menekankan syarat pembebasan tarif 0 persen untuk ekspor sektor tekstil ke AS mesti tergantung seberapa besar volume impor bahan baku seperti kapas dan serat buatan dari AS. Hal ini bakal menjadi tantangan tersendiri bagi industri.

"Bahwa jika kapasnya dari Amerika, dan kelak dieksportkan mereka 0 persen, itu bisa mendapat manfaatnya tentunya pengekspor Indonesia," ujarnya. 

Menurutnya volume impor nan berjuntai pada daya impor bahan baku semestinya tidak terlalu menjadi rumor untuk kelangsungan bisnis. nan terpenting adalah daya saing dari produk nan bakal diekspor.

"Intinya, semua itu mesti kompetitif, dan bisa menjawab kebutuhan dan juga demand daripada masyarakat. Jadi jika kelak impor, ekspor, tapi hasilnya nggak kompetitif, ya tak laku juga," ucap dia. 

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta menitikberatkan volume impor bakal susah terpenuhi lantaran tingkat utilitas industri. Hal ini dipengaruhi oleh membanjirnya produk dari China nan tak berizin namalain terlarangan di Tanah Air.

"Utamanya lantaran pengaruh pasar dalam negeri nan dibanjiri impor terlarangan dan dumping, jadi produsen menurunkan tingkat utilisasinya," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com