Ketika Kekayaan Bumi Tak Lagi Pergi sebagai Bahan Mentah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ketika Kekayaan Bumi Tak Lagi Pergi sebagai Bahan Mentah

Ketika Kekayaan Bumi Tak Lagi Pergi sebagai Bahan Mentah (Foto: MIND ID)

JAKARTA - Jauh di bawah permukaan bumi, tersimpan kekayaan nan terbentuk melalui proses pengetahuan bumi selama jutaan tahun. Nikel, tembaga, emas, bauksit, timah hingga batu bara bukan sekadar komoditas nan dapat digali, diangkut, lampau diperdagangkan. 

Di dalamnya tersimpan potensi untuk membangun industri, menciptakan lapangan kerja, memperkuat penerimaan negara, hingga menopang teknologi masa depan. Persoalannya bukan lagi sekadar seberapa besar kekayaan mineral nan dimiliki Indonesia.

Pertanyaan nan jauh lebih krusial adalah: seberapa jauh kekayaan dari perut bumi itu bisa diubah menjadi kekuatan ekonomi dan industri di dalam negeri?

Di titik inilah peran Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menjadi penting: memastikan kekayaan mineral tidak berakhir sebagai komoditas, tetapi bergerak menjadi bagian dari kekuatan industri nasional.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan, perusahaan tidak hanya berfokus pada gimana kekayaan mineral Indonesia dikelola, tetapi juga gimana sumber daya tersebut memberikan nilai tambah sekaligus berkontribusi terhadap penguatan kedaulatan Indonesia.

"Bagaimana kekayaan mineral Indonesia dikelola secara bertanggung jawab untuk memperkuat industri nasional, mendukung transisi energi, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya di Jakarta belum lama ini.

Dengan perspektif tersebut, pertambangan tidak lagi berakhir pada aktivitas ekstraksi. Ada perjalanan panjang setelah mineral keluar dari bumi: pengolahan, pemurnian, pengembangan industri turunan, pemanfaatan teknologi, hingga memastikan faedah ekonominya kembali kepada negeri.

Sebab, kedaulatan mineral tidak berakhir pada siapa nan mempunyai sumber daya, tetapi ditentukan pula oleh keahlian mengolahnya menjadi nilai.

Menemukan Kembali Roh Pertambangan

Perjalanan menuju hilirisasi justru kudu dimulai dari titik paling awal: menemukan sumber daya itu sendiri.

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengingatkan bahwa di tengah dorongan hilirisasi, industri pertambangan tidak boleh kehilangan fondasinya. Fondasi itu adalah eksplorasi.

"Kalau perusahaan tambang sudah melupakan eksplorasi, berfaedah perusahaan itu sudah kehilangan rohnya," kata Dany di Jakarta.

Menurut Dany, eksplorasi menentukan keahlian perusahaan untuk menemukan sekaligus mengembangkan sumber daya bagi keberlangsungan aktivitas upaya pada masa mendatang.

Karena itu, perusahaan tambang perlu terus mengevaluasi aktivitas eksplorasi setiap tahun, seiring berkembangnya industri dari pertambangan menuju hilirisasi.

"Coba kita mesti refleksi ke dalam, kita sebagai pelaku tambang. Apakah kita sudah melakukan eksplorasi belum per tahunnya?" ujarnya.

Pesan tersebut menjadi krusial lantaran hilirisasi memerlukan satu perihal nan paling mendasar: bahan baku.

Industri pengolahan memerlukan pasokan mineral. Industri turunan memerlukan kesinambungan rantai pasok. Karena itu, perjalanan dari bumi menuju industri tidak dimulai ketika mineral masuk ke smelter.

Perjalanan itu dimulai ketika Indonesia bisa menemukan, memahami, dan mengelola sumber dayanya sendiri. Dan ketika pengetahuan tentang bumi semakin luas, teknologi ikut mengubah langkah pertambangan bekerja.

Perluas AI di Sektor Pertambangan

Pertambangan masa sekarang tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa besar persediaan nan dimiliki. Data menjadi semakin penting. Begitu pula keahlian membaca data, membikin prediksi, dan menerjemahkannya menjadi keputusan.

MIND ID memperluas pemanfaatan kepintaran artifisial alias artificial intelligence (AI) di beragam tahapan rantai nilai pertambangan, mulai dari eksplorasi, operasi tambang, pengolahan mineral hingga pemantauan emisi.

"Nilai AI bukan pada modelnya. Nilainya adalah pada keputusan nan lebih aman, aset nan lebih andal, penemuan sumber daya nan lebih baik, dan akibat operasional nan lebih rendah," ujar Dany.

Teknologi tersebut diterapkan pada persoalan nyata di lapangan. Dalam aspek keselamatan, misalnya, Grup MIND ID telah menggunakan sistem AI-enabled fatigue management nan bisa memberikan peringatan awal ketika mendeteksi indikasi kelelahan maupun microsleep pada operator.

Di area produksi, AI vision digunakan untuk memantau kondisi conveyor serta mengenali lebih awal potensi gangguan, mulai dari kerusakan belt, ukuran material nan tidak sesuai hingga kontaminasi nan dapat menghalang proses produksi.

Teknologi machine learning juga dikembangkan dalam proses hilirisasi mineral untuk membantu optimasi operasi smelter, termasuk pengelolaan FeNi Rotary Kiln.

Sementara di PT Bukit Asam Tbk, integrasi info operasional secara real-time digunakan untuk mempercepat pemantauan proses kerja dan mendukung peningkatan produktivitas pertambangan.

Bahkan sejak mineral tetap berupa sampel batuan, teknologi sudah mengambil peran. AI-enabled geologging membantu mempercepat kajian inti batuan sekaligus meningkatkan kualitas pengolahan info pengeboran. Dengan begitu, keputusan eksplorasi dan investasi dapat dilakukan berasas info nan lebih kuat.

Pada saat nan sama, MIND ID mengembangkan energy and emissions intelligence untuk mengintegrasikan info mengenai keandalan aset, efisiensi proses, konsumsi bahan bakar dan emisi. Tujuannya bukan sekadar membikin operasi lebih digital, melainkan memastikan teknologi menghasilkan keputusan nan lebih baik.

"MIND ID sedang bergerak dari resource advantage menuju intelligence advantage. Kami mau memastikan industri pertambangan Indonesia masuk ke babak nan lebih maju dengan memanfaatkan keahlian teknologi untuk menciptakan operasi nan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan," kata Dany.

Jika dulu kelebihan pertambangan terutama ditentukan oleh apa nan tersimpan di dalam bumi, sekarang kelebihan semakin ditentukan oleh keahlian manusia mengolah pengetahuan tentang bumi tersebut. Bumi menyediakan sumber daya. Teknologi menentukan seberapa jauh sumber daya itu dapat dimanfaatkan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑