Ketidakpastian Global Dorong Minat Emas, Investor Muda Mulai Berburu Aset Safe Haven

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ketidakpastian Global Dorong Minat Emas, Investor Muda Mulai Berburu Aset Safe Haven Selama satu dasawarsa beraksi di Indonesia, Public Gold mengaku telah melayani sekitar 50.000 pengguna dan didukung ribuan Public Gold Business Owner (PGBO). Jaringan tersebut berkedudukan dalam memperluas edukasi mengenai kepemilikan emas melalui beragam ke(Dok. Public Gold)

KETIDAKPASTIAN ekonomi dunia nan dipicu tensi geopolitik, kenaikan nilai minyak, hingga arah suku kembang nan belum menentu mendorong semakin banyak masyarakat mencari instrumen investasi nan dinilai bisa menjaga nilai aset. Dalam situasi tersebut, emas kembali menjadi pilihan utama lantaran secara historis dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

Kepercayaan masyarakat terhadap emas tecermin dalam survei Populix jenis Januari 2026 nan menunjukkan 80 persen responden Indonesia memilih emas sebagai aset safe haven di tengah kondisi ekonomi nan penuh ketidakpastian.

Meski tingkat kepercayaan terhadap emas terus meningkat, pemahaman masyarakat mengenai kegunaan emas sebagai instrumen perlindungan kekayaan jangka panjang dinilai tetap perlu diperkuat. Di Indonesia, emas tetap kerap dipandang sebatas perhiasan, bukan sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset dan perencanaan keuangan.

Founder dan Executive Chairman Public Gold Group, Dato’ Wira Louis Ng, mengatakan edukasi menjadi salah satu aspek krusial dalam mendorong masyarakat memahami faedah emas secara lebih luas. Menurut dia, sejak datang di Indonesia pada 2016, Public Gold tidak hanya berkedudukan sebagai penyedia logam mulia bagi perseorangan maupun korporasi, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat agar memandang emas sebagai aset jangka panjang nan dapat digunakan untuk menjaga nilai kekayaan.

"Dengan visi menyediakan akses mudah, aman, dan terjangkau terhadap kepemilikan emas bentuk berbobot tinggi, Public Gold Indonesia mau pula memberikan makna bagi masyarakat luas tentang pentingnya emas sebagai strategi investasi jangka panjang dan safe-haven asset," ujar Louis Ng saat seremoni satu dasawarsa Public Gold Indonesia di Ballroom Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat, Sabtu (6/6).

Perubahan persepsi terhadap emas juga mulai terlihat di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya emas sering dianggap sebagai instrumen investasi konvensional nan kurang menarik bagi Generasi Z dan milenial, sekarang aset tersebut mulai dipandang sebagai pilihan nan relatif kondusif untuk melindungi nilai kekayaan di tengah gejolak ekonomi global.

Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia, mengatakan perubahan tersebut menjadi salah satu aspek nan mendorong optimisme terhadap pertumbuhan pasar emas nasional dalam beberapa tahun ke depan. Menurut dia, minat terhadap investasi emas sekarang tidak hanya datang dari golongan usia nan lebih matang, tetapi juga semakin banyak berasal dari kalangan muda nan menjadikan emas sebagai protective asset alias instrumen pelindung nilai.

Tren tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk menetapkan sasaran jangka panjang nan cukup agresif. Public Gold Indonesia menargetkan dapat menjangkau 10 juta pengguna pada 2030 sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem edukasi dan kepemilikan emas nan lebih luas di Indonesia.

"Target tersebut bukan cita-cita muluk. Kami memandang adanya pergeseran langkah pandang masyarakat terhadap emas, terutama di kalangan generasi muda," kata Febrina.

Selama satu dasawarsa beraksi di Indonesia, Public Gold mengaku telah melayani sekitar 50.000 pengguna dan didukung ribuan Public Gold Business Owner (PGBO). Jaringan tersebut berkedudukan dalam memperluas edukasi mengenai kepemilikan emas melalui beragam aktivitas nan dilakukan di sembilan bagian perusahaan maupun beragam organisasi di sejumlah daerah.

Secara global, Public Gold mempunyai sejarah panjang sejak pertama kali berdiri di Malaysia pada 2008. Seiring perkembangannya, perusahaan memperluas operasional ke sejumlah negara, termasuk Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, dan Inggris. Selain menyediakan jasa logam mulia, perusahaan mengembangkan pendekatan berbasis edukasi, pemanfaatan teknologi, dan kemitraan organisasi dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, aspek kualitas produk juga menjadi perhatian industri. Dalam rangkaian seremoni satu dasawarsa Public Gold Indonesia, perusahaan menerima sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai corak pengakuan terhadap kualitas dan standar produk nan dimiliki.

Penyerahan sertifikasi tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Jakarta Selatan dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam aktivitas Award Recognition Night 2026 nan dihadiri sekitar 400 peserta dari Indonesia dan Malaysia.

Melalui momentum satu dasawarsa kehadirannya di Indonesia, Public Gold kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas literasi emas di tengah masyarakat. Bagi perusahaan, edukasi mengenai kepemilikan emas bentuk tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan bisnis, tetapi juga misi jangka panjang untuk membantu masyarakat memahami pentingnya perlindungan kekayaan nan dapat diwariskan lintas generasi. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia