Seorang wanita berinisial S (41) nan terkapar di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor pada Kamis (11/6) malam, dievakuasi oleh sejumlah penduduk sekitar. Salah satu nan terlibat adalah Edwin (56) selaku Ketua RW 01 Sempur.
Edwin mengaku mengetahui peristiwa tersebut setelah diberitahu oleh warganya berjulukan Ferdi nan terlebih dulu berbareng korban. Seketika Edwin pun ke letak dan terlihat sejumlah penduduk telah berbareng dengan korban.
“Ada berapa orang juga di situ, tapi dia (Ferdi) lapor ke saya,” kata Edwin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6).
Kata Edwin, kondisi korban sudah linglung. Di tengah kondisi itu, korban pun sempat menyampaikan bahwa dirinya berjumpa laki-laki nan dikenalinya melalui sosial media.
“Dia tuh sempet sadar dulu, terus baru linglung. ‘Saya tahu dia kenal di medsos sudah lama banget’ di situ,” ujar Edwin.
Berdasarkan kesaksian korban, Edwin pun menjelaskan bahwa korban bertolak dari kediamannya di Megamendung, Kabupaten Bogor berbareng temannya. Ia datang ke letak untuk menemui seorang laki-laki dan kemudian diberikan minum.
“Jadi gini kronologisnya, itu orang janjian sama pelaku di Lapangan Sempur. Dari Megamendung ke Sempur berdua sama temennya. Nah (ketika) sudah ketemu (pelaku), temennya mah entah ke mana kali ya,” ungkap Edwin.
“Dia akhirnya berdua sama pelaku, ngobrol di saung (Taman Kaulinan) sama pelaku. Nah dibeliin minum, sudah dicampur (obat) itu,” imbuhnya.
Setelah memberi kesaksian tersebut kepada warga, korban pun tak sadarkan diri. Namun kemudian korban pun dikenali oleh tetangganya nan kebetulan sedang berolahraga di Lapangan Sempur pada waktu kejadian.
“Kan jika malam tuh rame nan jogging, rame banget. Nah akhirnya dia jatuh di situ, ada ngenalin temen sekampungnya,” ungkap Edwin.
Edwin mengatakan tetangga korban itupun akhirnya berkomunikasi dengan anak korban. Setelah itupun, akhirnya identitas korban diketahui.
“Nyambung tuh antara anaknya dan nan orang sekampungnya itu nan jogging. Akhirnya komunikasi, ‘Oh itu Ibu saya’ dia bilang,” tutur Edwin.
Sementara itu, minuman nan diteguk korban kondisinya sudah habis. Minuman tersebut berada dalam gelas cup plastik. Berbeda dengan keterangan polisi, nan menyebut bahwa minuman nan diminum dalam sebuah botol.
“Udah abis (minumannya). Soalnya minumannya cup-nya kan pake cup tipis, cup minuman-minuman 5 ribuan lah nan sachet-an kali ya,” jelas Edwin.
Edwin membenarkan minuman tersebut berperisa jeruk. Kata Edwin, minuman tersebut dibeli pelaku di sekitar TKP.
“Minumannya tuh emang beli sama pedagang di sini, dia nan beli itu. Air jeruk gitu,” ujarnya.
Lalu saat korban tak sadarkan diri, dia sempat dievakuasi di pos park ranger. Pada saat nan bersamaan, polisi dan pihak dinas sosial (dinsos) pun datang ke lokasi.
“Dari Polsek dateng nan patroli, terus dari Dinsos,” ucap Edwin.
Setelah itu, korban pun dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak family dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi.
Adapun dalam peristiwa tersebut, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan duit tunai sekitar Rp 200 ribu. Pelakunya tetap belum diketahui.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·