Ilustrasi(magnific)
KESADARAN masyarakat Indonesia terhadap kesehatan reproduksi menunjukkan tren positif. Jika beberapa tahun lampau pasangan nan mengalami hambatan fertilitas condong baru mencari support medis setelah memasuki usia 40 tahun, sekarang pola tersebut mulai bergeser ke usia nan lebih muda.
Perubahan perilaku ini diamati oleh Morula IVF Indonesia nan sekarang genap berumur 28 tahun. Presiden Direktur PT Morula Indonesia, dr. Ivan Rizal Sini, Sp.OG, mengungkapkan bahwa saat ini semakin banyak pasangan nan datang berkonsultasi lebih dini.
Bahkan, inisiatif pemeriksaan fertilitas sekarang tidak lagi didominasi oleh pihak istri, melainkan banyak suami nan mulai mengambil langkah pertama untuk memeriksakan diri.
“Dulu tren masyarakat condong menunda. Sekarang kami memandang semakin banyak pasangan nan datang di usia lebih muda. Awareness terhadap program bayi tabung sudah jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya,” ujar dr. Ivan dalam peringatan 28 tahun Morula IVF Indonesia di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
MI/HO--Presiden Direktur PT Morula Indonesia, dr. Ivan Rizal Sini, Sp.OG (kedua dari kiri)
Pentingnya Faktor Usia dalam Keberhasilan IVF
Dokter Ivan menekankan bahwa usia, terutama usia reproduksi perempuan, merupakan aspek krusial dalam keberhasilan program in vitro fertilization (IVF) alias bayi tabung. Peluang keberhasilan bakal jauh lebih optimal andaikan pasien memulai program sebelum usia 35 tahun, saat persediaan sel telur tetap dalam kondisi baik.
Selama nyaris tiga dekade, Morula telah menangani beragam tantangan infertilitas, mulai dari gangguan kualitas sperma, keguguran berulang, hingga persediaan ovarium rendah. Berikut adalah info tingkat keberhasilan program nan dicatatkan oleh Morula IVF Indonesia dibandingkan dengan standar global:
| Perempuan Usia < 35 Tahun | ~60% | Di atas standar dunia (50-55%) |
| Program dengan Teknologi PGT-A | Mendekati 70% | Per transfer embrio dengan seleksi kromosom |
Ekspansi Layanan Berstandar Internasional di BSD City
Menjawab tantangan persepsi bahwa jasa fertilitas berbobot hanya ada di luar negeri, Morula bersiap mengoperasikan Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di area Biomedica Campus, BSD City, Tangerang, pada September 2026 mendatang.
Fasilitas ini dirancang sebagai pusat jasa terintegrasi nan mencakup konsultasi, pemeriksaan diagnostik, hingga laboratorium embriologi dengan standar nan setara dengan pusat fertilitas di Amerika Serikat, Eropa, maupun Australia. Morula IFC juga bakal melibatkan tenaga ahli berilmu internasional untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.
Solusi Pembiayaan Bersama Bank Mandiri
Selain hambatan medis, aspek finansial seringkali menjadi penghambat pasangan untuk memulai program bayi tabung. Mengingat jasa fertilitas di Indonesia umumnya tetap berkarakter berdikari (out-of-pocket), Morula menjalin kerjasama strategis dengan Bank Mandiri.
Kerja sama ini bermaksud memberikan kemudahan transaksi dan pilihan solusi pembiayaan bagi pasien. Dengan adanya akses finansial nan lebih ringan, diharapkan pasangan tidak lagi menunda pengobatan hingga usia reproduksi mereka melewati masa optimal.
Sebagai bagian dari seremoni "28 Years of Delivering Hope", Morula juga aktif menggelar edukasi kesehatan reproduksi dan berbagi kisah inspiratif dari pasangan nan telah berhasil. Inovasi teknologi, pendekatan personal, dan ekspansi akses jasa menjadi komitmen utama Morula untuk membantu lebih banyak family Indonesia mewujudkan angan mempunyai buah hati. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·