Kerbau Donald Trump.(AFP)
SEEKOR kerbau albino langka nan dijuluki Donald Trump karena jambul emasnya nan unik dan berat tubuh mencapai 1.500 pon (sekitar 680 kg) menjadi sensasi baru di Kebun Binatang Nasional Bangladesh. Hewan ini menarik ribuan visitor sejak kedatangannya pekan lalu.
Mamalia bertanduk ini pertama kali mencuri perhatian publik ketika seorang petani menyadari bahwa seikat rambut pirang di kepala kerbau tersebut mempunyai kemiripan nan mencolok dengan style rambut unik Presiden Amerika Serikat. Video kerbau pucat tersebut dengan sigap menjadi viral, memicu kerumunan besar orang untuk mendatangi peternakan di luar Dhaka tempat dia tinggal sebelumnya.
Awalnya, kerbau ini ditujukan untuk disembelih selama Hari Raya Idul Adha. Namun, pemerintah Bangladesh melakukan intervensi dengan argumen keamanan dan memerintahkan pemindahannya ke kebun hewan ibu kota. Kini, meskipun cuaca panas menyengat, para visitor rela mengantre demi memandang sekilas kerbau selebritas tersebut.
"Ada kemiripan dengan Donald Trump pada mata, style rambut, dan warna kulitnya," ujar Mohammed Nasim, seorang mahasiswa dari Dhaka nan datang berkunjung.
Pada Selasa (2/6/2026), para visitor tampak berdempetan di pagar kandang, merekam dengan ponsel mereka sementara para orangtua menggendong anak-anak mereka agar bisa memandang lebih jelas. Petugas kebun hewan terlihat memberikan perawatan istimewa, mulai dari menyisir rambut hingga menyemprotkan air untuk menjaga suhu tubuh kerbau tetap dingin di hadapan para penggemarnya.
Kontroversi Nama dan Pemecatan Kurator
Meski populer, penggunaan nama Donald Trump memicu kontroversi. Media lokal melaporkan bahwa papan nama awal nan mengidentifikasi pameran tersebut sebagai Donald Trump telah dicopot. Selain itu, kurator kebun hewan dikabarkan dipecat pada Sabtu (30/5), meskipun tidak ada argumen resmi nan diberikan oleh otoritas terkait.
Beberapa penduduk menganggap penamaan tersebut tidak sopan. "Memberikan nama salah satu pemimpin paling berpengaruh di bumi kepada hewan ternak tentu merupakan perihal nan salah," kata Mohammad Joynal Adedin, seorang penduduk Dhaka. "Rasanya tidak hormat. Saya pikir petani nan melakukan ini membikin keputusan nan buruk."
Intervensi Pemerintah
Sebelumnya, kerbau ini terjual untuk dikurbankan pada hari raya Idul Adha. Namun, Menteri Dalam Negeri Salahuddin Ahmed memerintahkan kepolisian untuk mengamankan hewan tersebut. Pemerintah kemudian mengembalikan duit kepada pembeli original agar kerbau tersebut bisa dipindahkan ke kebun binatang.
"Sejak sebelum Idul Adha, saya memandang unggahan di FB nan mengatakan bahwa 'Donald Trump' bakal dikurbankan. Belakangan, saya mendengar bahwa alih-alih dikurbankan, dia ditempatkan di kebun binatang," jelas Mohammad Habibur Rahman, seorang visitor nan datang jauh-jauh dari Jashore.
Kini, kerbau albino tersebut menikmati kehidupan barunya dengan perhatian penuh dan perlakuan khusus, jauh dari pisau jagal nan semula menantinya. (The Independent/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·