Kepala BP Taskin Sebut Prabowo Incar Dolar Sehat Lewat Penguatan Eksporamp;nbsp;

Sedang Trending 1 jam yang lalu

JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menekankan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional saat ini justru sedang beralih bentuk menuju kemandirian nan lebih kokoh. 

Budiman mencermati gejolak mata duit dunia bukan sekadar persoalan nomor di pasar valas, melainkan momentum bagi Indonesia untuk beranjak dari ekonomi spekulatif menuju ekonomi produktif.

Budiman menjelaskan soal kekuatan dolar selama ini bukanlah sesuatu nan muncul secara alami, melainkan hasil kesepakatan politik antara Pemerintah Amerika Serikat dan bank sentralnya, The Fed. Kekuatan mata duit tersebut dipayungi oleh hegemoni militer dan penguasaan sumber daya minyak, alias nan dia istilahkan sebagai konsep "GOD" (Gun, Oil, and Dollar). Trinitas inilah nan selama ini menopang dolar sebagai mata duit pelarian kondusif (safe haven) bagi dunia.

Menurut Budiman, Indonesia kudu memahami adanya kejadian Cantillon Effect, di mana duit nan dicetak bakal terasa murah di tingkat pemasok awal namun menjadi sangat mahal dan spekulatif saat sampai ke bawah. Guna menangkal akibat negatif perubahan tersebut, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai membangun fondasi industri domestik nan kuat.

Budiman menekankan pentingnya membangun fondasi ekonomi nan berbasis pada produktivitas rakyat agar Indonesia tidak terjebak dalam pusaran spekulasi mata uang. Menurutnya, mata duit nan kuat semestinya menjadi gambaran dari hasil kerja keras sektor industri nasional nan bisa bersaing di pasar global.

"Kalau kita bangun fondasi ekonomi produktivitas rakyat, industri nasional, industri domestik, maka dolar bakal bisa kita dapat sebagai sebuah reward hasil dari ekspor kita. Ah ini dolar nan cakep nih, ini dolar nan sehat nih, dolar nan kita dapat lantaran kita menjual hasil ekspor produktivitas kita," ujar Budiman dalam siaran langsung aktivitas Rakyat Bersuara iNews TV di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Selain mengejar ekspor, Budiman mengklasifikasikan jenis-jenis dolar nan masuk ke Indonesia. Ada "Dolar Bestie" nan datang dalam corak investasi langsung (Foreign Direct Investment) untuk membangun pabrik dan pelabuhan. Namun, ada pula "Dolar Baper" nan sensitif terhadap kebijakan sosial pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis alias investasi pada pendidikan, serta "Dolar Playboy" nan mudah beranjak tempat (footloose investment) demi mencari untung spekulasi sesaat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com