Kepala BGN Dicopot, KPAI Ingatkan 7 Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola MBG

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kepala BGN Dicopot, KPAI Ingatkan 7 Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola MBG Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana(Antara)

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menyoroti pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Ia mengatakan pertimbangan terhadap program MBG tidak dapat disamakan dengan pertimbangan program pemerintah biasa nan dilakukan tahunan. Menurutnya, program pemberian makan mempunyai akibat langsung terhadap penerima manfaat, baik dari sisi faedah maupun risikonya.

“Memberi makan adalah program nan dampaknya terjadi seketika. Begitu pula ketika terjadi kesalahan tata kelola nan berujung pada keracunan massal. Karena itu, tata kelola MBG memerlukan perubahan nan sigap dan mendasar, tidak bisa menunggu pertimbangan tahunan,” kata Jasra dalam keterangannya, Rabu, (3/6).

KPAI mencatat beragam masukan dari masyarakat sipil, netizen, dan lembaga pengawas mengenai dugaan tingginya nomor kejadian keracunan dalam penyelenggaraan MBG nan disebut telah menyentuh puluhan ribu penerima manfaat, termasuk anak, ibu, bayi, dan lansia.

KPAI berbareng masyarakat sipil memberikan tujuh rekomendasi untuk perbaikan MBG di tengah proses pergantian kepemimpinan BGN, KPAI kembali mengingatkan 7 rekomendasi masyarakat sipil hasil pengawasan selama 1,5 tahun penyelenggaraan MBG.

Pertama, memprioritaskan penyaluran MBG secara berjenjang ke wilayah dengan kerawanan pangan, masalah gizi, dan kerentanan sosial-ekonomi tinggi. Kedua, melakukan pertimbangan menyeluruh tata kelola MBG, termasuk pengembangan model pengganti seperti pelibatan kantin sekolah guna mengurangi akibat kontaminasi silang.

Ketiga, melibatkan anak secara berarti dalam perencanaan menu, edukasi gizi, hingga pertimbangan program melalui sistem kondusif dan partisipatif. Keempat, menjamin kualitas gizi dan keamanan pangan dengan standar ketat dan kerjasama lintas sektor, terutama sektor kesehatan dan pendidikan.

"Kelima mendorong pola hidup sehat dan edukasi gizi komprehensif, mulai dari gizi seimbang, PHBS, hingga aktivitas bentuk anak. Keenam, mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung sekaligus mengawasi penyelenggaraan program MBG," ujar Jasra. 

Terakhir, memastikan tidak ada intimidasi maupun kelalaian dalam penyelenggaraan MBG nan berakibat pada kondisi fisik, psikologis, maupun keselamatan anak.

KPAI menegaskan bahwa pergantian Kepala BGN kudu menjadi momentum mengembalikan MBG ke jalur program kesehatan promotif dan preventif nan berfokus pada family berisiko stunting, edukasi pola makan keluarga, komunikasi berbasis komunitas, serta penguatan literasi gizi untuk menekan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih pada anak. 

KPAI pada pengawasan unik klaster kesehatan, kasus kejuaraan tertinggi tetap di duduki oleh anak menderita stunting, kemudian anak korban pemenuhan kewenangan dasar kesehatan anak, anak menjadi korban asupan produk makanan tidak sehat, anak dengan gizi buruk, anak disabilitas korban pemenuhan kewenangan dasar, anak korban kebijakan agunan kesehatan dasar dan anak korban malpraktek jasa kesehatan dan terakhir anak korban kecanduan online.

“Tentu kami mengucapkan Selamat Kepada Kepala BGN nan baru Ibu Nanik Sudaryati Deyang. Kami berambisi dengan kepemimpinan baru, MBG menjadi pintu masuk perubahan pola asuh dan pola makan family Indonesia, bukan sekadar program pengedaran makanan,” pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia