Kenyamanan Belajar Ikut Dukung Kesehatan Fisik dan Mental Siswa

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kenyamanan Belajar Ikut Dukung Kesehatan Fisik dan Mental Siswa Ilustrasi(Dok Istimewa)

SISTEM pendidikan Indonesia dari sisi izin sudah cukup siap menghadapi perubahan zaman. Sayangnya, pengembangan sumber daya manusia (SDM) tetap perlu terus ditingkatkan agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

“Dari segi izin sebenarnya kita sudah siap, tapi dari segi SDM kita tetap perlu pengembangan. Artinya, kita kudu terus belajar, belajar, dan belajar,” ujar Rektor Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Prof Sylviana Murni di sela-sela Simposium Education, Ergonomics & Innovation 2026, di Jakarta, Kamis (21/5).

Menurut dia, agar bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada SDM, tapi juga kudu memperhatikan infrastruktur, kesehatan bentuk dan mental, hingga terciptanya ekosistem pendidikan nan mendukung.

Sylviana mengatakan di tengah meningkatnya rumor kesehatan mental dan kejenuhan di kalangan pelajar, lingkungan belajar nan nyaman dan ergonomis menjadi aspek krusial dalam mendukung kualitas pembelajaran.

“Kalau badan kita sehat, otak kita bakal makin cerdas. Namun, jika badan kita tidak sehat, nan dipikirkan adalah rasa sakitnya, bukan gimana menambah ilmu,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi kerja sama beragam pihak, termasuk perguruan tinggi dan mitra dari Jepang dalam pengembangan perangkat sekolah ergonomis nan mendukung kesehatan bentuk dan mental siswa.

Ia juga menyebut keterlibatan Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai langkah strategis mendorong lahirnya penemuan produk berbasis kreasi ergonomis.

Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Restog Krisna Kusuma menambahkan di tengah perkembangan kepintaran buatan dan teknologi digital, generasi muda kudu terus belajar agar tetap kompetitif, khususnya pada sektor ekonomi kreatif.

“Tidak ada cerita lain selain mempelajari dan menguasai perkembangan teknologi itu sendiri," tuturnya.

Ia menegaskan kreasi produk ergonomis menjadi salah satu subsektor ekonomi imajinatif nan mempunyai kesempatan besar berkembang di Indonesia. Karena itu, pihaknya terus mendorong kerja sama dengan beragam asosiasi dan mitra internasional untuk melahirkan penemuan produk pendidikan nan ramah anak dan ergonomis sehingga bisa menciptakan proses belajar lebih nyaman, sehat, dan efektif bagi generasi muda Indonesia.

Simposium Education, Ergonomics & Innovation 2026 ini digelar secara interaktif selama 4 jam, dengan dihadiri sekitar 200 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi orang tua, dan pelaku industri.

Kegiatan ini membahas akibat nyata dari beban tas sekolah, postur tubuh, dan kenyamanan belajar terhadap performa dan kesehatan siswa, serta gimana solusi berbasis riset dan teknologi dapat menjawab tantangan tersebut.

President & CEO Indonesia Research Institute Japan Albertus Prasetyo Heru Nugroho menambahkan aktivitas ini menjadi forum lintas sektor nan menyatukan pemerintah, akademisi, praktisi kesehatan, lembaga pendidikan, dan industri dalam satu ruang kerjasama untuk membahas pentingnya ergonomi dalam mendukung kualitas pendidikan dan tumbuh kembang anak di Indonesia.

“Melalui simposium ini, kami juga mau membuka perbincangan nyata antara bumi industri, akademisi, dan pemerintah. Ergonomi bukan hanya soal produk, tapi juga tentang investasi pada kualitas hidup dan masa depan belajar anak-anak kita," terang Albertus.

Ia berambisi Education, Ergonomics & Innovation Symposium 2026 menandai babak baru dalam upaya membangun ekosistem pendidikan Indonesia nan lebih sehat, inovatif, dan berkekuatan saing global.

"Kami juga berambisi simposium ini menjadi titik awal kerjasama jangka panjang antara industri, pemerintah, dan akademisi dalam menciptakan lingkungan belajar terbaik bagi generasi penerus bangsa," tutupnya. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia