
Kenapa Uang Rp100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya-Perry Diburu Kolektor? Ini Alasannya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kenapa duit Rp100 ribu bercap tangan Purbaya-Perry diburu kolektor? Ini alasannya. Media sosial dihebohkan dengan duit Rupiah pecahan Rp100.000 cetakan 2026 nan bercap tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Tak sedikit warganet mencari dan mau mempunyai duit Rupiah pecahan Rp100.000 tersebut lantaran dianggap langka, mengingat Purbaya menjadi menteri finansial hanya 1 tahun 5 hari. Bahkan duit tersebut diburu kolektor lantaran dinilai langka.
Selain tanda tangan Purbaya, duit pecahan Rp100.000 tersebut juga tertera tanda tangan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo nan resmi mengundurkan diri.
Alasan Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor
"FYI: Uang Rupiah cetakan 2026 nan ditandatangani Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur BI Perry Warjiyo diprediksi bakal jadi buruan kolektor," tulis salah satu netizen di akun X.
"Langka lo ini hanya jabat 1 tahun 1x cetak duit baru aja pak Pur. Bisa jadi koleksi," sambungnya.
Posisi Purbaya telah digantikan oleh Suahasil Nazara nan sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Sementara posisi Perry Warjiyo sekarang ditempati oleh Destry Damayanti nan sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior BI.
Pencantuman tanda tangan pada duit rupiah mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Aturan tersebut mengamanatkan bahwa Rupiah kertas memuat tanda tangan pihak Pemerintah nan diwakili Menteri Keuangan dan pihak Bank Indonesia nan diwakili Gubernur BI sesuai periode penetapan produksi.
Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya (Foto: X)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·