JAKARTA - Kenapa Mal jarang pasang jam dinding? Saat berkeliling di pusat perbelanjaan, pernahkah Anda menyadari bahwa nyaris tidak ada jam tembok terpasang di sana? Berbagai perspektif mal dipenuhi papan petunjuk, layar iklan digital, hingga hiasan nan menyita perhatian, tetapi jam tembok justru jarang terlihat.
Kondisi ini berbeda dengan akomodasi umum lain, seperti stasiun, rumah sakit, dan bandara, nan lazimnya memasang jam di banyak titik.
Fenomena tersebut rupanya bukan sebuah kebetulan.
Sejumlah argumen melatarbelakangi keputusan mal modern untuk tidak memasang jam tembok secara mencolok, mulai dari perubahan kebiasaan masyarakat nan sekarang mengandalkan telepon pandai hingga strategi kreasi dan pemasaran pengelola.
Lantas, apa sebenarnya argumen di kembali keputusan tersebut?
1. Membuat visitor nyaman berlama-lama
Semakin lama seseorang berada di pusat perbelanjaan, semakin besar peluangnya untuk berbelanja. Jam tembok menjadi penanda nan gamblang bahwa waktu terus bergulir. Saat menyadari hari sudah sore alias malam, visitor bisa saja langsung terpikir untuk pulang. Sebaliknya, tanpa jam di pandangan, mereka condong kurang menyadari berapa lama telah menghabiskan waktu berbelanja.
Meski tidak semua orang otomatis lupa waktu lantaran ketiadaan jam, minimnya penunjuk waktu dinilai menjadi langkah lembut untuk menciptakan suasana nan lebih santuy saat berkeliling.
Pengelola mal meniadakan jam tembok agar visitor kehilangan kesadaran bakal waktu dan memperkuat lebih lama di area pusat perbelanjaan.
Strategi tersebut disebut distorsi temporal, ialah perubahan persepsi waktu nan membikin seseorang merasa waktu bergulir tidak sesuai kenyataan.
Psikolog Laura Geige menyampaikan kepada Metro.co.uk bahwa ketiadaan jam di mal dilandasi ilmu jiwa konsumen nan dirancang agar visitor lepas dari kesadaran waktu. Kondisi ini membikin visitor lebih santai, tidak tergesa-gesa, dan berkesempatan membeli lebih banyak barang.
“Semakin lama Anda berada dalam kondisi ini, semakin besar kemungkinan Anda melakukan pembelian tambahan, didorong oleh keterputusan dari komitmen waktu dan agenda eksternal,” ujar Laura.
Dengan demikian, penghilangan jam tembok menjadi komponen ilmu jiwa lingkungan nan efektif untuk memperpanjang lama kunjungan sekaligus meningkatkan pendapatan mal.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·