Taufik Fajar
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |22:05 WIB

Harga Plastik (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kenapa harga plastik naik drastis? Ini biang keroknya. Harga plastik mengalami kenaikan lantaran pasokan bahan baku terganggu geopolitik di Timur Tengah.
Dikutip dari info Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia impor plastik dan peralatan dari plastik (HS 39) sebesar USD873,2 juta alias setara Rp14,78 triliun (kurs Rp16.927) di Februari 2026. Barang itu dipasok dari beragam negara.
Impor plastik dan peralatan dari plastik paling banyak berasal dari China ialah USD380,1 juta pada Februari 2026. Kemudian disusul dari Thailand USD82,7 juta dan dari Korea Selatan (Korsel) USD66,7 juta.
Setidaknya 70% nafta di seluruh bumi berasal dari Timur Tengah.
Pasokannya terganggu sejak Iran diserang AS-Israel pada 28 Februari.
Harga bahan baku plastik ini naik nyaris 45% dalam satu bulan terakhir.
Per 1 April 2026, nilai nafta menyentuh 917 USD/ton dibandingkan Februari sekitar 630 USD/ton. Harga tetap sangat bergerak dari hari ke hari.
Dalam industri petrokimia, nafta menjadi bahan baku beragam macam bahan kimia, seperti butadiena (sarung tangan karet, dan ban).
Produk turunan lainnya adalah etilena untuk menghasilkan polietilena (botol plastik, kontainer, dan produk rumah tangga lainnya). Dan, propilena (suku cadang otomotif, mainan, kemasan) dan lain-lain.
Meskipun nilai BBM domestik tetap ditahan pemerintah, biaya produksi sektor industri tetap naik lantaran bahan baku non-BBM ini tidak dilindungi kebijakan subsidi.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·