
Sebelumnya kita sudah membahas mengenai WhatsApp Punya Bos Baru nan Untuk Pertama Kalinya Dipimpin Pengusaha Asal India, nah setelah diperhatikan, rupanya bisa dibilang nama-nama petinggi perusahaan teknologi bumi rupanya orang India loh, bukan rasis alias apa ya, tapi polanya nan bisa dibilang cukup mencolok dan menarik untuk kita bahas.
Nah saat ini kita punya nama seperti Satya Nadella di Microsoft, Sundar Pichai di Google, Neal Mohan di YouTube, Shantanu Narayen di Adobe, Arvind Krishna di IBM, Nikesh Arora di Palo Alto Networks, hingga Kunal Shah nan sekarang memimpin WhatsApp.
Kalau diperhatikan lebih jauh, jumlah pelaksana asal India nan sukses menduduki posisi tertinggi di perusahaan dunia memang sangat banyak.
Dan tentu saja perihal ini memunculkan pertanyaan nan cukup sering muncul di media sosial “Kenapa banyak CEO perusahaan besar berasal dari India? Apakah ini hanya kebetulan alias ada “konspirasi” tertentu di baliknya?“
Apakah Ini Sebuah Konspirasi?
Jika menurut saya pribadi jelas jawabannya adalah Tidak, lantaran jika memang ada persekongkolan besar, tentu bakal sangat susah menjelaskan gimana orang-orang tersebut bisa naik ke posisi puncak di perusahaan nan berbeda-beda, industri nan berbeda, apalagi negara nan berbeda.
Yang lebih masuk logika adalah adanya kombinasi aspek pendidikan, budaya kerja, bahasa, dan kesempatan dunia nan kebetulan sangat mendukung talenta dari India.
Selain itu, kejadian ini sebenarnya sudah berjalan selama puluhan tahun mengingat India mempunyai pabrik talenta teknologi.
India Memiliki “Pabrik” Talenta Teknologi
Nah meskipun mungkin di sosial media banyak orang India nan berkelakuan aneh, misalkan seperti modifikasi sportbike dengan ban sepeda, sound horeg nan rupanya ada juga di Indonesia dan makanan mereka nan menggugah selera, nyatanya sistem pendidikan India nan sangat kompetitif dan sukses mencetak orang orang IT berkualitas.
Setiap tahun jutaan siswa bersaing untuk masuk ke lembaga elite seperti Indian Institutes of Technology (IIT), Indian Institute of Science dan beragam universitas teknik dan sains lainnya.
Nah persaingan nan sangat ketat ini membikin hanya sebagian mini kandidat terbaik nan sukses lolos dan akibatnya, perusahaan dunia mendapatkan akses ke talenta nan memang sudah teruji sejak awal.
Bahasa Inggris Menjadi Keuntungan Besar
Selain itu ada satu perihal nan mungkin sering dilupakan, ialah tentu saja adalah Bahasa, berbeda dengan banyak negara berkembang lainnya, sebagian besar pendidikan tinggi dan bumi upaya India menggunakan bahasa Inggris.
Akibatnya, ketika bekerja di perusahaan global, para ahli India tidak perlu melewati halangan bahasa nan besar. dan tentu untuk posisi CEO, keahlian komunikasi sering kali sama pentingnya dengan keahlian teknis.
Selain itu, ada stereotip bahwa para pelaksana India hanya kuat di bagian teknik, namun rupanya jika memandang profil Satya Nadella, Sundar Pichai, alias Shantanu Narayen, mereka justru dikenal lantaran keahlian memimpin organisasi besar, mengelola konflik, dan menjalankan strategi upaya jangka panjang.
Dengan kata lain, mereka bukan sekadar engineer nan naik kedudukan namun mereka adalah pelaksana upaya nan kebetulan mempunyai latar belakang teknologi nan kuat.
Nah jadi guys, jika memandang daftar CEO seperti Satya Nadella, Sundar Pichai, Neal Mohan, Arvind Krishna, Shantanu Narayen, hingga Kunal Shah nan sekarang memimpin WhatsApp, menurut saya ini bukanlah konspirasi, namun ini lebih terlihat sebagai hasil dari investasi panjang dalam pendidikan, talenta, dan keahlian beradaptasi di pasar global.
Meskipun begitu, tetap menarik memandang gimana begitu banyak perusahaan teknologi terbesar bumi sekarang dipimpin oleh orang-orang nan lahir dan tumbuh di India.
Tapi gimana menurutmu? komen dibawah guys apakah ini murni hasil kualitas talenta dan pendidikan, alias ada aspek lain nan membikin pelaksana asal India begitu dominan di perusahaan teknologi dunia saat ini?
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·