Kenali Berbagai Faktor Risiko Pemicu Strok

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kenali Berbagai Faktor Risiko Pemicu Strok Ilustrasi(Magnific.com)

DOKTER ahli saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Ramdinal Aviesena Zairinal, mengatakan bahwa strok dapat dipicu oleh beragam aspek risiko, terutama nan memengaruhi pembuluh darah.

Strok sendiri merupakan penyakit vaskular alias menyerang di pembuluh darah nan mengenai otak, sehingga masalah pada pembuluh darah berpotensi memicu akibat terjadinya strok. 

“Ketika strok ini terjadi, memang ada banyak aspek akibat nan terlibat di sana. Ada darah tinggi, diabetes, sakit jantung, dan faktor-faktor nan tidak bisa dikontrol, misalnya ada keturunan,” ungkapnya dilansir dari ANTARA.

Lebih lanjut, dia menjelaskan ketika seseorang mengalami strok juga dapat disebabkan masalah lain nan sudah terjadi sebelumnya, seperti darah tinggi, diabetes, alias sakit jantung. Pasien nan mengalami strok pun dikatakan perlu dilakukan penanganan masalah nan lain di samping terhadap kondisi tersebut.

Terdapat beberapa aspek lain juga nan bisa menyebabkan seseorang itu terkena strok. Misalnya, ada riwayat aspek genetik dari keluarganya, alias kelainan dari pembuluh darahnya, gangguan kekentalan darah, maka juga bisa menyebabkan seseorang terkena strok.

Sena menyampaikan banyak studi telah menunjukkan ada riwayat family itu memang meningkatkan akibat stroke. Bahkan, literatur nan menyebut bisa mencapai sekitar 20 persen jika pasien nan mengalami strok itu punya riwayat keluarganya nan juga strok. 

“Dan itu menunjukkan bahwa ketika ada orang tua nan mengalami stroke, maka krusial sekali untuk keturunannya, anak-anaknya itu, untuk menjaga pola hidupnya, mendeteksi awal aspek risikonya,“ ujar dia.

Sena juga menyoroti seiring zaman, kasus strok sekarang semakin bermunculan kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan perkembangan teknologi.

“Memang strok ini menjadi suatu tantangan ya. Saya tetap ingat ketika mungkin 20 tahun lampau itu semboyannya tetap kayak kita bilangnya ‘satu dari enam’ bakal mengalami strok. Tapi jika sekarang apalagi bisa ‘satu dari empat’, artinya itu semakin banyak,” imbuh dia.

Sena mengatakan awareness alias kesadaran bagi masyarakat untuk berobat, memeriksakan diri itu semakin meningkat, sehingga temuan kasusnya pun lebih banyak dibandingkan era dahulu.

Perubahan style hidup, lanjut Sena, kemungkinan penyebab banyak pasien strok. Hal ini lantaran seiring era ada banyak perubahan termasuk pola makan, nan tadinya natural food menjadi ultra-processed food.

Kemudian, perkembangan teknologi nan membantu sehingga membikin jarang bergerak. Perubahan kebiasaan tersebut turut meningkatkan akibat penyakit pembuluh darah, termasuk strok. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia