Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2026 alias semester 1 2026 sebanyak 32.389 pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Berdasarkan laman Satu Data Kemnaker, info sementara menunjukkan pada bulan Juni terdapat 588 pekerja terdampak PHK, nomor tersebut menurun dari bulan Mei nan sebanyak 4.636 pekerja, 6.982 pekerja pada April, 6.593 pekerja pada Maret, 7.692 pekerja Februari dan 5.898 pekerja pada Januari.
Secara kumulatif, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi, ialah 6.727 pekerja. Disusul Banten sebanyak 3.782 pekerja, kemudian Jawa Timur sebanyak 2.851 pekerja.
DKI Jakarta dengan 2.436 pekerja, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 2.314 pekerja, Jawa Tengah sebanyak 2.205 pekerja, dan Kalimantan Timur sebanyak 2.204 pekerja.
Sumatera Utara sebanyak 1.651 pekerja, Sulawesi Selatan sebanyak 1.387 pekerja, Sumatera Selatan sebanyak 1.172 pekerja, Riau sebanyak 513 pekerja, Kalimantan Barat sebanyak 462 pekerja, Jambi sebanyak 453 pekerja.
Lalu Sulawesi Tenggara sebanyak 429 pekerja, Kalimantan Tengah sebanyak 418 pekerja, Sumatera Barat sebanyak 387 pekerja, Lampung sebanyak 313 pekerja, serta Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 305 pekerja.
Kemudian Kepulauan Riau sebanyak 281 pekerja, Bali sebanyak 199 pekerja, Sulawesi Utara sebanyak 171 pekerja, Kalimantan Utara sebanyak 162 pekerja, Bengkulu sebanyak 158 pekerja.
Selanjutnya Aceh sebanyak 153 pekerja, Nusa Tenggara Barat sebanyak 140 pekerja, Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 88 pekerja, Nusa Tenggara Timur sebanyak 71 pekerja.
Adapun Papua Barat sebanyak 66 pekerja, Sulawesi Barat sebanyak 52 pekerja, Maluku Utara sebanyak 43 pekerja, Papua sebanyak 39 pekerja, Maluku sebanyak 38 pekerja, dan terakhir Gorontalo sebanyak 32 pekerja.
11 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·