Kemlu Upayakan 2 Kapal Pertamina Bisa Segera Lewati Selat Hormuz

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkap dua kapal tanker milik Pertamina belum bisa melintas di Selat Hormuz. Pemerintah tetap melakukan diplomasi untuk mengupayakan kapal pembawa minyak itu dapat melintas.

"Intinya kita mengupayakan agar kapal Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz," kata ahli bicara Kemlu Vahd Nabyl dalam bertemu pers di instansi Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Nabyl menerangkan pihaknya berbareng KBRI Teheran sudah berkoordinasi dengan pemerintah Iran. Mereka juga menjalin komunikasi dengan dengan kedutaan Iran di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan termasuk dilakukan juga oleh Bapak Menlu dalam pertemuan dengan Dubes Iran dan juga oleh Dubes kita di Teheran dengan otoritas-otoritas di Iran," jelas dia.

Dia menyebut ada beberapa perihal teknis nan sedang diatasi agar kapal Pertamina bisa lewat. Katanya, pemerintah juga kudu memastikan keselamatan para kru nan melintas.

"Dan saat ini memang perkembangan nan berjalan adalah terdapat beberapa perihal nan cukup teknis nan memang sedang ditindaklanjuti untuk bisa memastikan keselamatan untuk melintas dari sana. Dan ini termasuk antara lain seperti hal-hal seperti asuransi dan juga kesiapan kru," ungkapnya.

Nabyl mengatakan semua pihak wajib mematuhi norma internasional. Pemerintah mau kebebasan navigasi dihormati.

"Dan kita dalam tadi seperti di awal disampaikan juga bahwa pada prinsipnya tentu kita mau meminta agar kebebasan navigasi itu dihormati dan sesuai dengan norma internasional dan UNCLOS," ucapnya.

Nabyl menyebut, saat ini ada dua kapal milik Pertamina nan tertahan di Selat Hormuz, kapal Pertamina Priden dan MT Gamsunoro. Pemerintah sedang mengupayakan agar kapal-kapal nan berangkaian dengan kepentingan nasional bisa diatasi.

"Ya, memang mengenai dengan tadi nan ditanyakan adalah mengenai gimana proses untuk negosiasinya. Sebetulnya kita merespons setiap laporan, bukan hanya satu alias dua, tapi apa pun kapal nan yang mengenai dengan kepentingan nasional kita, pasti kita tindak lanjuti," kata dia.

(rdp/rdp)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News