Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Sabtu, 28 Februari 2026 |03:30 WIB

Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI Caka Alverdi Awal (foto: Okezone)
JAKARTA – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan keterlibatan pasukan TNI dalam misi International Stabilization Force (ISF) di Gaza, berkarakter non-combat (non-tempur) dan tidak mengenai agenda demiliterisasi.
Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Caka Alverdi Awal menegaskan, bahwa mandat pasukan Indonesia telah dibatasi secara jelas melalui national caveats alias batas nasional nan ditetapkan pemerintah.
“Terkait dengan mandat, telah jelas. Dari national caveats kita sampaikan beberapa hal, seperti mandat non-combat dan non-demiliterisasi,” ujar Caka dalam media briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).
Caka menjelaskan, pasukan Indonesia tidak ditargetkan kepada pihak mana pun dan ruang lingkup penugasannya terbatas di wilayah Gaza.
“Tidak ditargetkan dengan pihak manapun. Penggunaan kekuatan sangat terbatas. Area penugasan terbatas di Gaza,” jelasnya.
Penentuan teknis tugas di lapangan bakal dikoordinasikan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berbareng Mabes TNI.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·