Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mempercepat upaya perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di tengah situasi geopolitik Timur Tengah nan kian tidak menentu. Terbaru, pemerintah merampungkan pemindahan tahap ketiga WNI dari Iran guna meminimalkan akibat keamanan.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pemindahan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama dan kedua nan telah dilakukan pada Maret lalu. Pada tahap ketiga, sebanyak 45 WNI sukses dievakuasi dari Iran melalui kombinasi jalur darat dan udara.
"Para pemindahan WNI ini diberangkatkan dari Teheran pada tanggal 12 April lampau menuju Baku, Azerbaijan melalui jalur darat dan dilanjutkan dengan penerbangan komersial rute Baku-Jakarta," ujar Heni dalam konvensi pers di Jakarta, Rabu (16/4/2026).
Meski demikian, pemerintah mencatat tetap ada 13 anak buah kapal (ABK) nan saat ini berada di Baku dan menunggu agenda penerbangan selanjutnya untuk dipulangkan ke Indonesia.
Setibanya di Tanah Air, para WNI langsung diserahterimakan kepada Dinas Sosial dan Badan Penghubung Provinsi guna difasilitasi pemulangan ke wilayah asal masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mereka setelah melalui proses pemindahan dari wilayah konflik.
"Berdasarkan catatan KBRI Teheran, jumlah WNI nan tetap berada di Iran setelah pemindahan tahap ketiga ini sebanyak 236 orang, kebanyakan berstatus pelajar alias mahasiswa," kata Heni.
Di sisi lain, perhatian pemerintah juga tertuju pada kondisi WNI di Lebanon menyusul meningkatnya intensitas serangan Israel. Kemlu memastikan KBRI terus memantau dan menjalin komunikasi dengan para WNI di wilayah tersebut.
Tercatat sekitar 934 WNI berada di Lebanon, dengan kebanyakan sebanyak 756 orang merupakan personel TNI nan tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL. Sementara 178 lainnya merupakan penduduk sipil, terdiri dari pelajar, pekerja migran, hingga WNI nan menikah dengan penduduk setempat.
"Sampai saat ini dapat dikonfirmasi bahwa seluruh WNI nan berada di Lebanon dalam keadaan kondusif dan tentunya KBRI terus memantau andaikan sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk," pungkas Heni.
(tps/tfa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·