Kemiskinan Global Naik Pertama Kali Sejak 2010, PBB: 1,2 Miliar Jiwa Terdampak

Sedang Trending 4 hari yang lalu

JAKARTA - Kemiskinan dunia meningkat untuk pertama kalinya sejak tahun 2010, menurut laporan terbaru PBB nan dirilis pada Senin (12/10/2026). Laporan tersebut mengungkap bahwa 1,2 miliar orang saat ini menghadapi kekurangan nan akut.

Studi oleh Program Pembangunan PBB (UNDP) dan Universitas Oxford ini menemukan bahwa jumlah orang nan hidup dalam kemiskinan akut telah bertambah sebanyak 51,5 juta jiwa dibandingkan dengan penilaian sebelumnya. Peningkatan ini merupakan nan pertama tercatat sejak Indeks Kemiskinan Multidimensi (MPI) dunia diperkenalkan pada tahun 2010.

Laporan nan mencakup 108 negara ini mengukur kemiskinan melampaui sekadar pendapatan, dengan meninjau kekurangan dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Laporan tersebut menggunakan sepuluh indikator, termasuk gizi, nomor kematian anak, pendidikan, akses terhadap air bersih dan listrik, sanitasi, serta kondisi perumahan. Seseorang dikategorikan hidup dalam kemiskinan akut jika rumah tangganya mengalami kekurangan pada setidaknya sepertiga dari indikator-indikator nan diberi berat tersebut.

Hampir separuh dari mereka nan hidup dalam kemiskinan—sebanyak 534 juta orang—menghadapi kekurangan nan 'parah', nan berfaedah mereka tidak mempunyai setidaknya separuh dari kebutuhan dasar nan diukur oleh indeks tersebut. Sebanyak 952 juta orang lainnya dianggap rentan terhadap kemiskinan; mereka mengalami kekurangan nan signifikan namun belum mencapai periode pemisah kemiskinan akut, ungkap UNDP sebagaimana dilansir RT.

Anak-anak mencakup lebih dari separuh jumlah orang nan terdampak, ialah sebanyak 617 juta jiwa. Lebih dari 80 persen di antaranya tinggal di wilayah pedesaan. Kawasan Afrika Sub-Sahara mempunyai jumlah masyarakat miskin terbanyak, ialah 616 juta jiwa, disusul oleh Asia Selatan dengan 393 juta jiwa.

Administrator UNDP, Alexander De Croo, menyebut peningkatan ini sebagai "seruan untuk menyadarkan dunia," seraya memperingatkan bahwa jutaan orang menghadapi beragam kesulitan nan saling memperparah satu sama lain, termasuk kelaparan, putus sekolah, dan kurangnya akses terhadap jasa dasar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑