Ilustrasi(MI/M AHMAD YAKUB)
PERTUMBUHAN ekonomi di Kabupaten Lamongan, Jatim, mengalami trend positif pada awal tahun. Tren ini dibuktikan dengan peningkatan dari 4,8 persen pada 2024 menjadi 5,40 persen pada 2025.
Selanjutnya, kembali tumbuh sebesar 10,79 persen (q-to-a) pada tribulan I 2026. Pertumbuhan ini masuk nominasi tertinggi nomer 2 se-Jawa Timur. Dengan demikian, angka kemiskinan ekstrem turun dari 0,61 persen pada 2024 menjadi 0,26 persen pada 2025.
Hal ini disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memimpin Apel Pencanangan dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi Kabupaten Lamongan Tahun 2026 di Halaman Pemkab Lamongan, pada Senin (15/6).
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ini diikuti pula oleh penurunan tingkat kemiskinan di Lamongan. Pada 2025 nomor kemiskinan Lamongan turun 0,13 persen dari 12,16 persen pada 2024 menjadi 12,03 persen pada 2025.
Begitu pula nomor kemiskinan ekstrem turun dari 0,61 persen pada 2024 menjadi 0,26 persen pada 2025.
"Tentu di tengah perubahan struktur ekonomi ini, perkembangan teknologi digital, munculnya model ekonomi upaya baru, serta dinamika ekonomi dunia kita memerlukan info nan semakin rinci, akurat, dan mutakhir, lantaran itu melalui sensus ekonomi 2026 ini semua kudu tercatat, semua kudu terdata. Pemerintah Kabupaten Lamongan tentu bakal juga memperoleh info nan lebih komplit mengenai pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, sektor-sektor unggulan daerah, serta beragam potensi ekonomi nan dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan pembangunan nan lebih tepat sasaran," kata Pak Yes.
Pak Yes juga menyatakan komitmen penuh untuk mendukung dan mensukseskan penyelenggaraan sensus ekonomi pada 2026. Menurutnya, keberhasilan sensus ekonomi ini bukan hanya tanggung jawab BPS saja, melainkan tanggung jawab bersama.
Menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di Lamongan, Pak Yes membujuk ASN, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berperan-serta aktif serta memberikan info nan betul sesuai dengan kondisi nan sebenarnya.
"Terkhusus kepada 1.258 petugas sensus nan hari ini bakal dilepas, saya berpesan agar senantiasa memegang teguh integritas, akurasi, dan profesionalisme, di tangan kerabat lah kualitas info nan bakal menjadi dasar bagi pengambilan keputusan Pembangunan Daerah," imbuhnya.
Kepala BPS Lamongan Hermanto menambahkan, sensus ekonomi nan dilaksanakan 10 tahunan sekali pada tahun berakhiran 6 ini untuk menyediakan info dasar seluruh aktivitas ekonomi secara lengkap, rinci, dan mutakhir.
Upaya ini sebagai landasan perencanaan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. Adapun info nan dilaksanakan pendataan ada sejumlah bidang. Antara lain, jumlah upaya nan beroperasi, jumlah tenaga kerja nan diserap, total pendapatan dan pengeluaran usaha, nilai aset, dan untung usaha.
Termasuk, permintaan potensi upaya baru nan berkembang di masyarakat.
"Melalui info tersebut pemerintah dapat memandang secara lebih jeli sektor ekonomi nan tumbuh, sektor nan memerlukan dukungan, serta kesempatan investasi nan dapat dikembangkan di Kabupaten Lamongan. Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lamongan melibatkan sebanyak 1.258 petugas, nan terdiri dari 1.108 petugas pendataan lapangan dan 150 petugas pemeriksa lapangan nan tersebar di seluruh Kecamatan," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·