Kementerian PU Selesaikan Penanganan Sanitasi Pascabencana di Sumatera

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PU tuntas tangani prasarana sanitasi terdampak musibah di Sumatera.

, JAKARTA, – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan penanganan darurat terhadap 27 prasarana sanitasi dan persampahan nan terkena akibat musibah di Sumatera. Langkah ini bermaksud untuk mencegah akibat kesehatan lingkungan dan mempercepat pemulihan jasa dasar masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan prasarana sanitasi menjadi bagian krusial dalam penanganan pascabencana. "Sanitasi nan berfaedah dengan baik adalah kebutuhan dasar masyarakat. Karenanya, penanganan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) kudu dilakukan sigap dan berkepanjangan agar tidak menimbulkan akibat kesehatan," kata Dody di Jakarta, Minggu.

Penanganan nan dilakukan mencakup 15 TPA dan 12 IPLT nan sebelumnya terganggu akibat timbunan material pascabencana. Seluruh akomodasi sekarang telah berfaedah kembali pada tahap penanganan darurat.

Fase ini difokuskan pada pembersihan sisa volume sampah dan material nan menghalang akses, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan. Upaya ini dilakukan intensif untuk memastikan jasa sanitasi dapat kembali melangkah optimal.

Sebaran prasarana nan ditangani meliputi Provinsi Aceh dengan 10 IPLT dan 11 TPA, Sumatera Utara dengan 2 IPLT dan 3 TPA, serta Sumatera Barat dengan 1 TPA. Selain itu, Kementerian PU juga melakukan pekerjaan teknis seperti pemesanan geotekstil untuk perkuatan sel landfill, perbaikan akses jalan menuju TPA, dan rehabilitasi unit pengolahan di IPLT.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan skema padat karya melibatkan masyarakat setempat, sehingga mempercepat pemulihan prasarana dan memberikan akibat ekonomi langsung bagi penduduk terdampak.

Memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PU menargetkan penanganan permanen serta peningkatan kualitas prasarana sanitasi selesai pada Oktober 2028. Hal ini bermaksud agar pengelolaan sampah dan air limbah domestik dapat beraksi lebih baik dan berkelanjutan.

Kementerian PU juga mengusulkan penerapan teknologi sanitasi ramah lingkungan melalui pengadaan Net-Zero Toilet 5.0 guna meningkatkan kualitas jasa sanitasi modern.

Kementerian menegaskan bahwa pembangunan prasarana sanitasi dan persampahan adalah investasi fisik, sosial, dan lingkungan jangka panjang demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional