Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada penduduk Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, nan terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Penyaluran support dilakukan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air berbareng Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara pada Sabtu (1/8). Air bersih didistribusikan secara berjenjang menggunakan dua mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter.
Bantuan tersebut menyasar sekitar 150 kepala family (KK) alias sekitar 300 jiwa nan mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih selama musim kemarau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan kesiapan air bersih menjadi fondasi krusial bagi pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah nan menghadapi keterbatasan sumber daya air serta akibat perubahan iklim.
"Di tengah bumi nan terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi nan sangat krusial bagi pembangunan berkelanjutan," kata Menteri Dody.
Selain memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, Kementerian PU juga menjalankan strategi jangka menengah dan panjang untuk mengantisipasi ancaman kekeringan, termasuk akibat kejadian El Nino.
Menurut Dody, pemerintah terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui bendungan, embung, jaringan irigasi, hingga operasi waduk agar pasokan air baku dan air irigasi tetap terjaga.
"Strategi Kementerian PU adalah memastikan kesiapan air baku dan air irigasi tetap terjaga melalui optimasi bendungan, embung, jaringan irigasi, operasi waduk, serta beragam langkah antisipatif lainnya sehingga kebutuhan air masyarakat dan irigasi tetap terpenuhi meski menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino," ujar Menteri Dody.
Sementara itu, Kepala BWS Maluku Utara M. Saleh Talib mengatakan proses pengedaran berjalan tanpa kendala. Tim menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer alias sekitar satu jam menuju letak dengan kondisi cuaca nan mendukung.
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan titik pengedaran prioritas serta memastikan pembagian air dilakukan secara setara dan merata.
"Distribusi air bersih dilakukan dengan menempuh jarak sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam menuju lokasi. Seluruh aktivitas berjalan lancar dan didukung dengan kondisi cuaca nan cerah," kata Saleh.
Di samping itu, tim BWS Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menentukan titik pengedaran prioritas dan teknis pembagian air secara setara dan merata, serta melakukan pemantauan terhadap kesiapan air bagi masyarakat.
"Kami memperkuat koordinasi untuk memastikan support tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut, kami juga bakal terus memantau kondisi kesiapan air bersih serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan andaikan kondisi kekeringan tetap berlangsung," tandas Saleh.
(ory/ory)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·