Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) berupaya mempercepat pembangunan pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung. Nantinya, dua seksi utama dalam proyek itu ialah seksi 1 Kramasan-Sungai Rengas dan seksi II Sungai Rengas-Pangkalan Balai ditarget rampung pada kuartal II 2026.
“Kami terus dukung pembangunan proyek ini agar selesai tepat waktu lantaran ini memberikan faedah nan besar bagi masyarakat,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu (10/5).
Dody menjelaskan percepatan pembangunan tersebut dilakukan untuk memperkuat konektivitas pada koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera. Menurutnya, dengan rampungnya seksi I dan seksi II tol tersebut bisa memperkuat konektivitas area perkotaan Palembang menuju wilayah utara Sumatera Selatan, dan mendukung kelancaran arus logistik lintas provinsi.
Tol Kayuagung-Palembang-Betung mempunyai panjang total 111,69 km dan menjadi bagian dari Tol Trans Sumatera. Sebelumnya, Ruas Kayuagung-Palembang sepanjang 37,62 km telah beroperasi, sementara lanjutan menuju Betung sepanjang 69,19 km saat ini tengah dibangun.
Secara keseluruhan, pembangunan tol tersebut dibagi ke dalam tiga seksi. Selain seksi I dan seksi II, terdapat seksi III Pangkalan Balai-Betung sepanjang 14,69 km.
Saat ini untuk seksi I pembebasan lahan telah mencapai 95,43 persen dengan progres bangunan sebesar 92,07 persen. Sedangkan seksi II, pengadaan lahan telah mencapai 95,58 persen dan progres bangunan sebesar 89,88 persen.
Sementara untuk seksi III, saat ini progres pembebasan lahan sebesar 86,15 persen dengan progres bangunan 51,82 persen dan ditargetkan selesai pada awal 2027.
Proyek tol tersebut mempunyai nilai investasi sekitar Rp 14,98 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun. Pembangunannya dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero). Di mana pekerjaan bangunan seksi I dan seksi II dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sedangkan seksi III dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·