Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Tanah Datar

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Dampak Banjir dan Longsor di Kabupaten Tanah Datar Menteri PU Dody Hanggodo meninjau penanganan di Sungai Batang Tampo, Tanah Datar, Kamis (21/5).(MI/Yose Hendra)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) bergerak sigap menangani akibat musibah banjir dan tanah longsor nan melanda Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa (12/5). Penanganan berfokus pada pemulihan akses, normalisasi sungai, serta penanganan darurat di sejumlah titik terdampak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah wilayah dan lembaga mengenai untuk mempercepat penanganan demi memastikan konektivitas serta aliran irigasi segera pulih. 

“Irigasi dan jalan nan rusak akibat musibah kemarin penanganannya sekarang menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat, sesuai Instruksi Presiden. Terutama lantaran saat ini sudah memasuki musim tanam, perbaikan irigasi kudu diprioritaskan,” kata Menteri Dody saat meninjau penanganan di Sungai Batang Tampo, Tanah Datar, Kamis (21/5)

Banjir terjadi akibat curah hujan ekstrem nan mencapai 215 mm/hari di wilayah Lintau Buo. Tingginya debit air menyebabkan sejumlah sungai di DAS Indragiri meluap di antaranya Batang Tampo, Batang Piubuh, Batang Kawai, Batang Buo, Batang Selo, Batang Atar, hingga Batang Baburai. Kondisi tersebut diperparah oleh sedimentasi dan penyempitan alur sungai.

Bencana ini berakibat pada tujuh kecamatan, ialah Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Tanjung Emas, Padang Ganting, Salimpaung, Sungai Tarab, dan Tanjung Baru. Sebanyak 16 nagari/desa terdampak dengan kerusakan pada beragam infrastruktur, di antaranya 12 ruas jalan rusak berat, 13 ruas jalan rusak ringan, enam jembatan putus, serta kerusakan pada jaringan irigasi, dam parit, pompa air, rumah ibadah, dan permukiman warga.

Untuk mendukung penanganan darurat, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang telah mengerahkan tiga unit perangkat berat excavator, material bronjong, serta melakukan mobilisasi pipa HDPE. Penanganan difokuskan pada normalisasi alur sungai, penguatan tebing nan tergerus, dan pemulihan kegunaan prasarana sumber daya air agar akibat banjir susulan dapat diminimalkan.

Kementerian PU juga terus melakukan inventarisasi kerusakan dan menyiapkan langkah rehabilitasi pascabencana berbareng pemerintah daerah. Penanganan jangka menengah dan panjang bakal diarahkan pada pengendalian sedimentasi sungai, peningkatan kapabilitas alur sungai, serta penguatan prasarana pengendali banjir untuk meningkatkan ketahanan area terhadap musibah hidrometeorologi. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia