Kementan Bakal Tambah 600 Sapi Perah di Banyumas untuk Tekan Impor Susu

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Kementan Bakal Tambah 600 Sapi Perah di Banyumas untuk Tekan Impor Susu Pekerja memerah susu sapi di salah satu peternakan sapi di Jakarta, Senin (13/10/2025).(ANTARA/IKA MARYANI )

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bakal menambah 600 ekor sapi perah impor di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi susu nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Ratusan sapi perah itu dijadwalkan mulai masuk ke BBPTUHPT Baturraden paling lambat pada November 2026. Kehadiran ternak baru tersebut diharapkan bisa mendongkrak produksi susu segar dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan peningkatan populasi sapi perah merupakan langkah strategis untuk memperbesar kontribusi produksi susu domestik nan saat ini tetap tertinggal dibanding kebutuhan nasional.

Menurutnya, lebih dari 80 persen kebutuhan susu di Indonesia tetap dipenuhi melalui impor. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi melalui pengembangan sentra-sentra peternakan sapi perah.

“Penambahan 600 ekor sapi perah impor ini merupakan bagian dari upaya memperkuat produksi susu segar dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, BBPTUHPT Baturraden dipilih sebagai letak pengembangan lantaran mempunyai fasilitas, sumber daya manusia, serta pengalaman nan memadai dalam pembibitan dan pengelolaan sapi perah unggul.

Sementara itu, Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan tambahan populasi sapi perah bakal berakibat besar terhadap peningkatan produksi susu di balai tersebut.

Saat ini BBPTUHPT Baturraden memproduksi sekitar 7.800 liter susu setiap hari nan berasal dari 520 ekor sapi laktasi. Dengan masuknya 600 ekor sapi baru, produksi susu harian ditargetkan meningkat hingga sekitar 18 ribu liter alias mencapai 6,5 juta liter per tahun.

Menurut Dani, peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat mendukung beragam program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.

Selain meningkatkan produksi susu, program tersebut juga ditujukan untuk memperkuat kesiapan bibit sapi perah unggul bagi peternak di beragam daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun ekosistem peternakan sapi perah nan lebih kuat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, BBPTUHPT Baturraden saat ini tengah menyelesaikan proses transformasi kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Perubahan status tersebut disebut telah memasuki tahap akhir.

Dani menilai status BLU bakal memberikan keleluasaan nan lebih besar dalam pengelolaan operasional dan finansial sehingga pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku upaya peternakan dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Transformasi ini bakal memperkuat kesiapan kami dalam mengelola pengembangan sapi perah skala besar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Untuk memastikan penyelenggaraan program melangkah sesuai ketentuan, proses pengadaan dan impor sapi perah tersebut juga mendapat pendampingan dan pengawasan dari Kejaksaan Negeri Purwokerto sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Kementan meyakini penambahan populasi sapi perah tidak hanya bakal meningkatkan produksi susu nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan peternak. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia