H juga mengalami halangan komunikasi lantaran belum menguasai bahasa isyarat sehingga kesulitan menyampaikan kebutuhan maupun emosinya. Saat ini H telah berguru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan mengikuti pembelajaran secara rutin.
Hasil asesmen menunjukkan adanya perkembangan perilaku nan positif sejak H berguru di SLB. Perilaku mengambil peralatan milik orang lain, masuk ke rumah penduduk tanpa izin, merusak barang, maupun meludah sembarangan telah jauh berkurang. Namun demikian, perilaku berulang mencium aroma BBM tetap muncul sehingga memerlukan pendampingan dan penanganan secara berkepanjangan lantaran berpotensi membahayakan keselamatan anak.
Selain itu, H tetap menjalani pengobatan secara rutin oleh master ahli kedokteran jiwa (psikiater) melalui jasa rawat jalan, serta sedang menjalani penanganan lanjutan oleh master ahli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sesuai rujukan medis.
Dalam asesmen tersebut, kakak nan sekaligus menjadi wali H mengaku menghadapi tantangan dalam merawat adiknya lantaran keterbatasan keahlian keluarga.
Kementerian Sosial bakal terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Sukabumi, Puskesmas, tenaga kesehatan, psikolog, pihak sekolah, serta family untuk menyusun intervensi nan komprehensif sesuai kebutuhan H. Hasil pemeriksaan medis lanjutan bakal menjadi dasar dalam menentukan corak jasa rehabilitasi sosial nan paling tepat.
Apabila hasil asesmen menunjukkan perilaku berisiko tetap berulang dan keselamatan anak belum dapat terjamin melalui pengasuhan berbasis keluarga, Kementerian Sosial bakal mempertimbangkan rujukan ke sentra rehabilitasi nan ramah anak dan mempunyai kapabilitas memberikan jasa bagi anak penyandang disabilitas pendengaran dan bicara.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan, pengembangan keahlian komunikasi, pembinaan perilaku, serta penguatan kegunaan sosial anak dengan tetap melibatkan family dalam proses rehabilitasi.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·