Kemensos Bangun LENSA SR, Pastikan Informasi Sekolah Rakyat Valid & Terintegrasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Rapat LENSA SR Kemensos. Foto: Kemensos RI

Tingginya kebutuhan info publik mengenai Sekolah Rakyat mendorong Kementerian Sosial memperkuat tata kelola komunikasi. Hingga Mei 2026, tercatat 5.299 pertanyaan dan kejuaraan melalui media sosial Kemensos, dengan pertanyaan terbanyak mengenai lokasi, jadwal, dan kesiapan Sekolah Rakyat.

Data tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan LENSA SR (Layanan Ekosistem Narasi Sekolah Rakyat nan Adaptif), sebuah sistem tata kelola komunikasi publik nan memastikan info mengenai Sekolah Rakyat berasal dari info nan valid, konsisten digunakan lintas unit, serta responsif terhadap perkembangan isu.

Kebutuhan tersebut muncul lantaran info mengenai Sekolah Rakyat berasal dari beragam kanal, sementara info program, kejuaraan publik, pemberitaan, media sosial, dan info lapangan sebelumnya belum sepenuhnya terintegrasi dalam satu siklus tata kelola komunikasi. Respons terhadap rumor juga tetap condong dilakukan berasas kasus per kasus dan berjuntai pada koordinasi informal. Kondisi ini berisiko menimbulkan respons nan lambat, narasi antarkanal tidak seragam, penjelasan berulang, hoaks, salah tafsir, serta publikasi nan belum sepenuhnya data-safe dan child-safe.

“Dengan adanya LENSA SR, segala info nan berangkaian dengan Sekolah Rakyat dapat terintegrasi dengan baik dari pusat hingga daerah. Sehingga masyarakat mudah mendapatkan info nan valid, sigap dan terhindar dari narasi hoax di media sosial,” kata Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Fatkhurohman Taufik, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Melalui LENSA SR, info tidak langsung diolah menjadi materi publikasi. Informasi terlebih dulu dihimpun dari beragam sumber, mulai dari media massa, media sosial, PPID, SP4N-LAPOR!, Command Center 171, laporan Sentra/Balai, pengelola Sekolah Rakyat, pemerintah daerah, hingga info lapangan.

Selanjutnya, info dikonfirmasi kepada PIC alias unit pemilik substansi untuk memastikan info nan digunakan akurat, terbaru, terkonfirmasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Setelah itu, info diolah menjadi narasi dan rekomendasi respons sesuai kebutuhan.

Mekanisme tersebut terdiri atas enam tahapan, ialah tangkap dan pengelompokkan rumor dan narasi, pengesahan substansi, olah rumor dan narasi, rekomendasi respons dan tindak lanjut, diseminasi respons dan narasi, serta monitoring dan pembelajaran organisasi.

Penguatan tata kelola ini telah memasuki tahap penerapan dengan tersusunnya Nota Dinas Sekretaris Jenderal Nomor 3240/1/HM.01.03/8/2026 tentang Rekomendasi Isu dan Respons Komunikasi Sekolah Rakyat pada 27 Agustus 2026.

Nota tersebut memuat rumor prioritas, rujukan info nan telah dikonfirmasi, tingkat akibat isu, serta pengarahan penggunaan FAQ dan rujukan narasi nan sama. Dokumen resmi ini telah disampaikan kepada unit pusat, Balai Besar, Sentra Terpadu/Sentra, serta kepala Sekolah Rakyat sebagai rujukan bersama.

Dalam rekomendasi tersebut, terdapat lima kebutuhan utama nan menjadi perhatian, ialah ketepatan dan kemutakhiran data, kecepatan konfirmasi substansi, konsistensi info antarunit dan antarkanal, keamanan publikasi anak dan family rentan, serta pencatatan tindak lanjut isu.

Aspek perlindungan anak menjadi bagian krusial lantaran komunikasi mengenai Sekolah Rakyat bersenggolan langsung dengan anak dan family rentan. Karena itu, materi publikasi diarahkan untuk memenuhi prinsip data-safe dan child-safe, termasuk tidak mengekspos kerentanan maupun membuka identitas sensitif anak.

Rapat LENSA SR Kemensos. Foto: Kemensos RI

Respons terhadap rumor juga tidak disamaratakan. Isu ringan dapat ditangani melalui jawaban layanan, FAQ, alias koreksi informasi. Isu dengan akibat sedang memerlukan penjelasan resmi alias konten penjelas nan dikoordinasikan dengan Biro Hubungan Masyarakat. Sementara rumor berat nan berangkaian dengan keselamatan anak, kekerasan, kebocoran data, integritas anggaran, alias dugaan pelanggaran norma segera dieskalasikan sesuai kewenangan.

Untuk menjaga konsistensi informasi, LENSA SR dilengkapi Living FAQ, bank narasi, narasi kunci, talking points, template klarifikasi, template sanggahan hoaks, bahan pimpinan, serta checklist data-safe dan child-safe. Instrumen tersebut dirancang sebagai arsip nan dapat diperbarui mengikuti perkembangan isu, kejuaraan masyarakat, pemberitaan, percakapan media sosial, dan info lapangan.

Ke depan, LENSA SR diarahkan untuk menjadi bagian dari tata kelola komunikasi publik Sekolah Rakyat secara berkelanjutan. Pengembangannya mencakup pelembagaan Forum Isu Mingguan, konsolidasi isu, aduan, pemberitaan, media sosial, dan info lapangan ke dalam matriks alias dashboard, serta pembaruan FAQ dan bank narasi berasas hasil pengolahan isu.

“Semoga ke depan LENSA SR menjadi rujukan sebagai program jasa info terintegrasi, tidak hanya dalam lingkup Sekolah Rakyat tapi juga program lain seperti PKH, Sembako alias jasa lain di Kemensos. Sehingga semakin banyak masyarakat mendapat kemudahan dalam mengakses info dan terhindar dari hoaks,” kata Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico.

Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan info publik mengenai Sekolah Rakyat tidak hanya dijawab dengan kecepatan, tetapi juga melalui info nan terkonfirmasi, konsisten, dapat ditelusuri, serta tetap memperhatikan keamanan dan martabat anak serta family rentan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan