Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan 222 gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan tersebar di 30 provinsi seluruh Indonesia, nan juga mencakup wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Di wilayah 3T, dibangun dua SPPG di area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur (NTT) nan termasuk area perbatasan. SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 m² di Kabupaten Timor Tengah Utara, sementara SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 m² di Kabupaten Malaka.
Menteri PU Dody Hanggarda menjelaskan bahwa titik letak pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dilakukan berasas hasil koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sementara Kementerian PU bekerja melakukan survei kesiapan lahan dan mempercepat proses pembangunan sesuai sasaran nan ditetapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah kerjakan ada sekitar 222 SPPG. Sebagian ada juga nan di wilayah 3T. Jadi titiknya itu kita koordinasi langsung dengan BGN dan Kemendagri. Kita hanya survey saja, apakah tanahnya bisa segera kita bangun. Karena kita juga kan dikejar target," kata Dody dalam Media Briefing Update Infrastruktur di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (5/6).
Ia menyatakan, saat ini proses serah terima aset kepada BGN tengah berlangsung. Sebelum diterima secara resmi, BGN kemungkinan bakal melakukan pengecekan terhadap setiap akomodasi SPPG untuk memastikan seluruh gedung siap digunakan.
"Saat ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Mungkin BGN bakal mengecek satu per satu. Tapi secara utuh sudah selesai semua," tuturnya.
Menteri PU menyampaikan, pihaknya berencana melakukan koordinasi dengan ketua baru BGN dalam waktu dekat untuk memastikan proses pemanfaatan dan operasional seluruh SPPG dapat melangkah optimal.
SPPG nan dibangun oleh Kementerian PU itu mempunyai akomodasi dapur utama, area cuci perangkat dan bahan makanan, penyimpanan kering dan basah, ruang penyimpanan peralatan, tempat parkir, jaringan air bersih, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk memastikan standar kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, tersedia pula prasarana pendukung seperti ruang panel, tempat pembuangan sampah (TPS), dan akomodasi pendukung lainnya. Kehadiran SPPG ini diharapkan dapat memperluas jangkauan jasa makanan bergizi bagi masyarakat, termasuk di daerah-daerah nan selama ini mempunyai keterbatasan akses.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·