Kemenko Pangan Perkuat Ekosistem Bawang Putih dari Petani hingga Pasar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memperkuat ekosistem produksi bawang putih nasional dengan mendorong peningkatan produktivitas, penguatan prasarana pascapanen, hingga kepastian pasar bagi petani.

Langkah tersebut ditunjukkan melalui panen raya bawang putih di Kecamatan Sembalun Bumbung, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), nan dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas); Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman; Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit, serta Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Suharto, Rabu (19/8).

Panen berjalan di lahan 105 hektare dengan perkiraan produksi 1.050 ton dan melibatkan 9 golongan tani serta 287 petani. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita mau mengurangi impor, langkahnya kudu konkret. Kita perkuat produksi petani, produktivitas, gudang, distribusi, sampai kepastian pasar. Semua memerlukan kerja berbareng lintas kementerian dan lembaga," ujar Zulhas dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Penguatan ekosistem bawang putih juga dilakukan melalui support terhadap prasarana pascapanen. Polri turut berkedudukan dalam pengembangan produksi dan ketahanan pangan, termasuk melalui pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun nan mendukung penyimpanan dan pengelolaan hasil panen petani.

Saat ini, produksi bawang putih nasional baru sekitar 39.000-40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan mencapai sekitar 600.000 ton. Artinya, sekitar 90-95 persen kebutuhan tetap berjuntai pada impor.

Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan sentra produksi, peningkatan produktivitas, penguatan prasarana pascapanen, serta kepastian pasar bagi petani.

Lebih lanjut, penanaman bawang putih juga dilakukan secara serentak di 17 provinsi. NTB menjadi salah satu sentra krusial dengan penanaman 120 hektare dan potensi produksi sekitar 1.200 ton, nan diproyeksikan panen pada November 2026.

Zulhas menegaskan Kemenko Pangan bakal terus memperkuat koordinasi agar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, Polri, bumi usaha, dan petani bergerak dalam satu agenda meningkatkan produksi nasional.

"Dari Sembalun kita mau menunjukkan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya berjuntai pada impor bawang putih. Kita kudu terus meningkatkan keahlian produksi dari negeri sendiri," tegas Zulhas.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News