Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memutuskan untuk tidak memublikasikan secara terperinci hasil investigasi internal namun menyerahkan hasilnya kepada kepolisian mengenai dengan dugaan intimidasi berujung meninggalnya dokter Icha di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kemenkes Yuli Farianti dalam konvensi pers nan digelar secara daring di Jakarta, Jumat, menyatakan kebijakan penutupan info tersebut diambil sebagai corak penghormatan terhadap proses penyelidikan pidana nan sekarang sedang berjalan.
"Kasus ini sudah masuk dalam penyelidikan kepolisian. Oleh lantaran itu, Kemenkes kelak bakal memberikan hasil investigasi kepada pihak berkuasa agar dapat menjadi referensi bagi kepolisian," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investigasi lintas sektor nan diturunkan langsung oleh Menteri Kesehatan tersebut melibatkan tim campuran dari Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemenkes Rudi Supriatna Nata Saputra mengungkapkan timnya telah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan dari beragam pihak terkait, mulai dari family korban, perawat pendamping, hingga jejeran master nan merawat.
Ia menjelaskan konsentrasi investigasi tidak hanya menelusuri dugaan kekerasan verbal oleh oknum warga, tetapi juga meninjau kembali prosedur penanganan medis pada pasien gigitan ular nan menjadi pemicu awal kejadian tersebut.
"Berkaitan dengan jasa nan berasosiasi dengan adanya pasien nan mengalami luka gigitan ular, itu sudah dicermati dan dilakukan pertimbangan rupanya memang sudah dilakukan sesuai prosedur dan pihak-pihak master di sana pun sudah konsultasi dengan pakar," ucap dia.
Polda Nusa Tenggara Timur telah mengambil alih penanganan penyelidikan dugaan intimidasi terhadap dr Icha dengan membentuk Tim Joint Investigation untuk mengusut perkara secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis bukti.
(antara/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·