Kemenkes Catat 113.336 Kasus ISPA Imbas Karhutla

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Widyawati, Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dalam agenda konvensi pers Update Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia di Gedung BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (10/9/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 113.336 kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) hingga 9 September 2026.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan nomor tersebut merupakan akumulasi kasus ISPA nan tercatat di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota terdampak karhutla.

“Situasi ISPA pada wilayah terdampak kebakaran rimba dan lahan, pembaruan di tanggal 9 September 2026 lantaran pembaruan di tanggal 10 September tetap dalam proses, terdapat laporan kasus 113.336 total kumulatif kasus ISPA-nya,” kata Widyawati dalam konvensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (10/9).

Dari jumlah tersebut, 26.545 kasus merupakan pasien usia 0-5 tahun, sedangkan 86.791 kasus berumur di atas 5 tahun. Widyawati juga menyebut terdapat 4.080 kasus ISPA tertanggal 9 September 2026.

Lebih lanjut, Kemenkes juga mencatat kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak karhutla berada pada kategori merah hingga hitam. Dalam pemaparan Widyawati, sejumlah kabupaten/kota seperti Kotawaringin Timur hingga Murung Raya tercatat berada pada kategori hitam, sedangkan Sintang, Baning Kota, hingga Tebo berada pada kategori merah.

Untuk mengantisipasi akibat kesehatan, Kemenkes menyiapkan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan di wilayah terdampak karhutla.

“Kita sudah siapkan pos pelayanan kesehatan di 1.691 puskesmas, kemudian mobilisasi support logistik juga di wilayah-wilayah nan terdampak karhutla, menyiapkan 360 rumah sakit rujukan,” ujar Widyawati.

Prajurit TNI Angkatan Udara berupaya memadamkan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di lahan gambut, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Selain akomodasi kesehatan, Kemenkes juga telah mendistribusikan 980.315 masker hingga 9 September. Adapun logistik lainnya meliputi 277 oksigen konsentrator, 41.000 pasang sarung tangan, 36 tabung oksigen, 4.908 APD, 120 face shield, sembilan air purifier, dan 248 Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Seluruh logistik tersebut didistribusikan ke tujuh provinsi terdampak karhutla, ialah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, Widyawati juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap akibat karhutla.

“Kemudian imbauan nan kita lakukan adalah jangan panik namun waspada, kenakan masker pada saat berada di luar ruangan, pantau indeks kualitas udara, perbanyak minum air putih, kunjungi fasyankes jika muncul sesak di masyarakat,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan