Kemenhaj Minta Daerah Pangkas Seremonial & Fokus pada Kesehatan Jamaah

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Kemenhaj Minta Daerah Pangkas Seremonial & Fokus pada Kesehatan Jamaah Kemenhaj minta kurangi seremonial pelepasan Jemaah haji 2026.(Antara)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan peringatan tegas kepada pemerintah wilayah agar tidak berlebihan dalam menggelar seremoni pelepasan jemaah calon haji. Aktivitas nan terlalu panjang dan berulang dinilai berpotensi menguras stamina jemaah sebelum menjalani perjalanan jauh ke Tanah Suci.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan bahwa konsentrasi utama saat ini bukanlah kemeriahan acara, melainkan kondisi bentuk jemaah nan kudu tetap prima.

“Jangan sampai jemaah kelelahan hanya lantaran terlalu lama mengikuti seremonial. Mereka butuh waktu istirahat, bukan menunggu berjam-jam,” ujar Dahnil dilansir dari Antara, Rabu (22/4).

Fenomena seremoni pelepasan nan dilakukan berulang, mulai dari tingkat wilayah hingga embarkasi, menjadi perhatian serius pemerintah. Menurut Dahnil, pola ini justru berisiko, terutama bagi jemaah haji 2026 dengan kondisi rentan.

Data menunjukkan, sebagian besar jemaah haji Indonesia didominasi oleh golongan lanjut usia (lansia), termasuk kategori akibat tinggi (risti) dan penyandang disabilitas. Kelompok ini memerlukan manajemen waktu nan lebih efisien dan kondisi bentuk nan stabil sebelum keberangkatan.

“Kalau terlalu banyak acara, jemaah bisa kelelahan sebelum perjalanan dimulai. Ini kudu jadi perhatian semua pihak,” tegasnya.

Imbauan ini disampaikan bertepatan dengan keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 391 jemaah dari Embarkasi Pondok Gede (JKG 1) resmi diberangkatkan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu awal hari pukul 00.45 WIB menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

Keberangkatan ini menjadi penanda dimulainya operasional haji tahun ini, sekaligus momentum bagi pemerintah untuk memastikan seluruh proses melangkah lebih efisien dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan jemaah.

Kemenhaj berambisi seluruh pihak di wilayah dapat menyesuaikan pola pelepasan jemaah, dengan mengurangi seremoni nan tidak esensial demi menjaga kondisi bentuk jemaah tetap optimal hingga tiba di Tanah Suci. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑