Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim dan Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid(Dok.Kemenhaj)
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) berbareng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan potensi dan tata kelola penyelenggaraan DAM Haji di Indonesia, termasuk kesempatan pemanfaatan daging dam bagi masyarakat nan memerlukan di Tanah Air.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, menyambut baik rencana penyelenggaraan DAM Haji di Indonesia, dengan terus memperhatikan mengenai dari sisi hukum, syariah, kesehatan hewan, dan regulasi, termasuk fatwa-fatwa.
Ia menyampaikan, MUI saat ini mungkin tetap dengan fatwa nan ada. Namun, perlu mengkaji metodologi penentuan hukumnya. Sebagaimana disampaikan oleh pihak MUI, fatwa itu bukan kitab suci sehingga bisa disesuaikan alias diperbarui melalui pembahasan metodologi norma nan tepat.
"Mengenai pembayaran DAM, apakah pembayaran dilakukan di Saudi alias di Arab Saudi? Bagi mereka nan meyakini bahwa pembayaran DAM boleh dilakukan di Indonesia ataupun di Arab Saudi, kita mengikuti ketentuan dan kepercayaan nan mereka anut. Jadi, ada pilihan apakah dilakukan di Tanah Air alias di Tanah Suci," ujar Gus Irfan dilansir dari keterangan resmi, Kamis (3/9).
Lebih lanjut, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan Baznas siap memfasilitasi penunaian DAM Haji Indonesia di Tanah Air.
Sodik menilai, besarnya potensi DAM dari jemaah haji Indonesia andaikan dapat dilaksanakan di Tanah Air bakal memberikan akibat positif nan lebih luas. Salah satunya melalui pemanfaatan daging DAM untuk mendukung program perbaikan gizi, termasuk dalam upaya penanganan stunting di Indonesia.
"Kalau diperlukan, komite syariah bakal kita corak untuk mempersiapkan penyelenggaraan DAM Haji di Tanah Air. Dengan demikian, andaikan diperbolehkan melakukan pemotongan DAM di Tanah Air, tentu bakal sangat membantu dan manfaatnya bisa lebih banyak," ujar Sodik.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan, selain penyelenggaraan DAM di Indonesia, Baznas siap menerima daging DAM nan telah diolah di Arab Saudi untuk kemudian dikalengkan dan disalurkan melalui jaringan Baznas di beragam daerah.
"Posisi Baznas adalah siap menerima daging olahan tersebut untuk dikalengkan dan didistribusikan kepada korban musibah maupun program perbaikan gizi (stunting) di Indonesia," ujar Rizaludin.
Rizaludin memperkirakan, andaikan skema tersebut dapat direalisasikan, daging DAM nan diolah dan dikemas dapat mencapai sekitar 4-5 juta kaleng. Jumlah tersebut dinilai berpotensi memberikan faedah besar, terutama untuk masyarakat terdampak musibah dan penerima program perbaikan gizi. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·