Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar Pemenuhan Guru Nasional, Tindaklanjuti Arahan Presiden

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar Pemenuhan Guru Nasional, Tindaklanjuti Arahan Presiden

Kemendikdasmen Siapkan Desain Besar Pemenuhan Guru Nasional, Tindaklanjuti Arahan Presiden (Foto: Okezone)

JAKARTA – Di tengah tantangan kekurangan guru nan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah menilai reformasi pendidikan pembimbing tidak lagi cukup dilakukan melalui penambahan jumlah lulusan. nan lebih mendesak adalah membangun sistem nan bisa menyelaraskan kebutuhan pembimbing nasional dengan proses pendidikan, sertifikasi, dan pengembangan pekerjaan pembimbing secara berkelanjutan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional XVII Asosiasi LPTK Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (ALPTK PTMA) dan The 12th Progressive and Fun Education (ProfunEdu) International Conference di Bandar Lampung.

Agenda ini turut dihadiri oleh Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, Ketua ALPTK-PTMA, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno dan sejumlah Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. 

Menurut Wamen Fajar, kualitas pendidikan pada akhirnya ditentukan oleh kualitas guru. Karena itu, penguatan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) kudu ditempatkan sebagai bagian dari reformasi pendidikan nasional, bukan sekadar lembaga penyelenggara Pendidikan Profesi Guru (PPG). "Jika kita mau mewujudkan Indonesia Emas 2045, titik berangkatnya adalah guru. Tidak ada transformasi pendidikan nan sukses tanpa pembimbing nan profesional, kompeten, dan terus berkembang."

Pendidikan Profesi Guru

Pemerintah, kata Wamen Fajar, sedang mengupayakan kreasi besar pemenuhan pembimbing nasional terintegrasi, mulai dari pendidikan calon guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG), sertifikasi, pengembangan kompetensi, hingga perencanaan kebutuhan pembimbing nasional. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penerapan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto nan menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional.

“Mendikdasmen Abdul Mu’ti telah menindaklanjuti pengarahan Bapak Presiden untuk menyiapkan kreasi besar pemenuhan pembimbing nasional, termasuk penataan tata kelola guru. Kami memandang support kuat dari kementerian dan lembaga mengenai persoalan pembimbing ini” jelas Wamen Fajar 

Langkah tersebut menjadi semakin krusial mengingat Indonesia tetap menghadapi dua tantangan besar secara bersamaan. Di satu sisi, lebih dari 407 ribu pembimbing telah memenuhi kualifikasi akademik tetapi belum mempunyai sertifikat pendidik, sementara sekitar 170 ribu pembimbing lainnya tetap perlu menyelesaikan pendidikan S-1 alias D-IV sebelum dapat mengikuti PPG. Di sisi lain, diproyeksikan kebutuhan pembimbing bakal meningkat hingga melampaui 900 ribu orang pada 2030 dan andaikan tidak diantisipasi melalui perencanaan nan lebih terpadu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com