Kemendikdasmen Luncurkan PSPB: Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Suasana aktivitas peluncuran Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Gedung A Kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Senin (6/7/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) di Gedung A Kantor Kemendikdasmen, Senin (6/7).

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan PSPB bermaksud untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong memajukan pendidikan Indonesia.

"Gerakan itu pasti merupakan rayuan kepada kita semuanya, seluruh komponen nan datang di sini agar kita kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk memajukan pendidikan kita," kata Suharti.

Suharti melanjutkan, PSPB adalah ruang bagi guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, hingga mitra pembangunan dan organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

"Saya merasa bahwa solusi berbareng dan ruang partisipasi nan dibukakan, tak hanya bagi guru, kepala sekolah, satuan pendidikan, pemerintah daerah, tapi juga kepada mitra-mitra pembangunan dan organisasi. Pendekatan inilah nan kami yakini bakal memperkuat kualitas kebijakan kita," katanya.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, mengatakan program ini untuk melaksanakan amanah Presiden Prabowo Subianto ialah mewujudkan pendidikan nan berbobot untuk semua kalangan.

“Partisipasi semesta dalam konteks gimana kami melaksanakan amanah Bapak Presiden mewujudkan pendidikan berbobot untuk semua dalam rangka pertama pemenuhan kebutuhan, nan kedua percepatan penyelenggaraan program, ketiga peningkatan, dan nan keempat perluasan,” kata Mu'ti.

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Mu'ti melanjutkan, program ini juga untuk mengembangkan talenta dan minat anak di beragam bidang. Nantinya minat dan talenta itu bakal mendapatkan support dari beragam pihak, termasuk mitra.

"Kami mau mengembangkan talenta dan minat anak-anak di bagian olahraga, seni, akademik, dan beragam macam kompetisi. Sering kali kami kudu mengetuk pintu dan support itu datang dari mana-mana," katanya.

Mu'ti mengaku menemukan kebenaran di lapangan beberapa anak berprestasi kesulitan bertanding di kancah internasional lantaran masalah anggaran. Mu'ti berambisi kerja sama dengan mitra dalam program ini dapat mengatasi persoalan tersebut.

"Kadang-kadang masalahnya sederhana, gimana memberangkatkan anak-anak dahsyat ini bisa ikut bertanding di kancah internasional. Tidak selalu ada anggarannya dalam APBN, tapi selalu ada jalan nan bisa dibantu oleh mitra-mitra kami," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan